Kenaikan BI Rate: Dampak Terhadap Suku Bunga KPR dan Ekonomi Indonesia

Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 20 Juni 2026 | Bank Indonesia (BI) kembali menaikkan suku bunga acuan atau BI Rate menjadi 5,75 persen. Kenaikan ini diperkirakan akan berdampak pada suku bunga kredit pemilikan rumah (KPR), terutama untuk segmen komersial atau nonsubsidi.

Menurut Wakil Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Real Estat Indonesia (DPP REI), Bambang Ekajaya, kenaikan BI Rate yang terjadi tiga kali dalam beberapa pekan terakhir menjadi tantangan bagi sektor properti yang sangat sensitif terhadap perubahan suku bunga.

Baca juga:

Sementara itu, Chief Economist PT Bank Tabungan Negara (BTN), Myrdal Gunarto, menilai keputusan BI untuk menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 5,75 persen menunjukkan fokus untuk menitikberatkan pada stabilitas makroekonomi, khususnya menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah ketidakpastian global yang masih tinggi.

Myrdal juga menambahkan bahwa kenaikan BI Rate juga menunjukkan kehati-hatian BI terhadap masih adanya risiko tekanan pada nilai tukar rupiah serta potensi dampak lanjutan imported inflation terhadap perekonomian domestik, terutama melalui kenaikan biaya produksi yang tercermin pada inflasi produsen.

Di sisi lain, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait memastikan suku bunga Kredit Pemilikan Rumah (KPR) subsidi bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) tidak mengalami kenaikan meski BI Rate naik. Menurut Maruarar, pemerintah tetap berkomitmen menjaga keterjangkauan pembiayaan perumahan bagi masyarakat yang berhak menerima program rumah subsidi.

Sementara itu, Chief Investment Officer (CIO) BPI Danantara, Pandu Sjahrir, menilai kesepakatan damai antara Amerika Serikat (AS) dan Iran bakal berdampak positif bagi stabilitas fiskal serta pertumbuhan ekonomi Indonesia. Menurut Pandu, kepastian perdamaian di kawasan Timur Tengah tersebut akan sangat memengaruhi pergerakan harga komoditas global, terutama minyak mentah dunia.

Dalam kesimpulan, kenaikan BI Rate yang terjadi beberapa kali dalam beberapa pekan terakhir diperkirakan akan berdampak pada suku bunga KPR dan ekonomi Indonesia. Namun, pemerintah tetap berkomitmen menjaga keterjangkauan pembiayaan perumahan bagi masyarakat yang berhak menerima program rumah subsidi. Selain itu, kesepakatan damai antara AS dan Iran juga diperkirakan akan berdampak positif bagi stabilitas fiskal serta pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *