Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 21 April 2026 | Pada Senin, 20 April 2026, aliran air Kali Pesanggrahan meluap hingga menenggelamkan jembatan penghubung antara Jalan Cinere, Depok, dan Pondok Cabe, Tangerang Selatan. Hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut sejak malam sebelumnya menyebabkan debit sungai meningkat drastis, sehingga air meluap dan menutupi jalan utama serta menggenangi area sekitar jembatan. Tinggi genangan dilaporkan mencapai lebih dari satu meter, menjadikan jalur tersebut tidak dapat dilalui kendaraan apa pun.
Pengamat lapangan menyaksikan arus deras yang terus mengalir, membawa sampah serta puing-puing yang menumpuk di balok besi pembatas jembatan. Akumulasi material ini memperparah kondisi, mempercepat kerusakan struktural dan menambah risiko bagi pengguna jalan. Beberapa kendaraan yang mencoba melintas mengalami hampir tenggelam, memaksa pengemudi mengamankan diri di tepi jalan sambil menunggu bantuan.
Rehan, seorang pengemudi ojek online, mengaku terkejut ketika tiba di lokasi. “Saya mau mengantar pesanan, tapi tiba-tiba jalan terhalang banjir. Saya bingung harus lewat mana,” ujarnya. Ia memutuskan memutar balik dan mencari rute alternatif, namun alternatif yang tersedia juga terhambat oleh genangan air yang sama. Situasi serupa dialami Hadi, warga setempat, yang menyatakan bahwa banjir mulai terlihat sejak subuh setelah hujan lebat semalam. “Airnya tinggi, tidak aman untuk kendaraan apa pun,” tambahnya.
Kondisi ini menimbulkan kemacetan signifikan, terutama pada jam sibuk pagi. Pengendara yang biasanya menggunakan jalur Cinere‑Pondok Cabe terpaksa memutar arah ke jalan lain, seperti Jalan Bandung, yang juga mengalami genangan tinggi. Akibatnya, waktu tempuh antara Depok dan Tangerang Selatan meningkat secara drastis, mengganggu mobilitas pekerja, pelajar, dan layanan transportasi umum.
Pihak berwenang setempat telah mengerahkan tim SAR dan pemadam kebakaran untuk melakukan evakuasi serta memantau situasi. Namun, hingga siang hari, akses jalan tetap terputus. Upaya penanganan meliputi pemasangan pompa air darurat, pengerukan sampah, dan evaluasi kekuatan jembatan. Pemerintah daerah Depok dan Tangerang Selatan dijadwalkan mengadakan rapat koordinasi untuk mempercepat pemulihan infrastruktur serta menyiapkan rencana mitigasi banjir di masa mendatang.
Para ahli meteorologi menegaskan bahwa pola curah hujan ekstrem ini dipengaruhi oleh perubahan iklim, sehingga kejadian banjir serupa diperkirakan akan semakin sering. Mereka menyarankan peningkatan kapasitas drainase, penataan ruang hijau, serta pemeliharaan sungai secara rutin untuk mengurangi risiko meluapnya aliran seperti Kali Pesanggrahan.
Secara keseluruhan, banjir kali ini tidak hanya memutuskan jalur penting antara Depok dan Tangerang Selatan, tetapi juga menimbulkan ancaman keselamatan bagi pengendara serta mengganggu aktivitas ekonomi lokal. Diperlukan respons cepat dan terkoordinasi dari semua pihak guna memulihkan akses jalan dan mencegah kejadian serupa di masa depan.
