Jawa Tengah Siap Jadi Hub Investasi Asia, Gubernur Ahmad Luthfi Fokus pada Percepatan Pembangunan Infrastruktur

Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 20 Juni 2026 | Jawa Tengah dinilai memiliki peluang besar untuk menjadi wilayah paling kompetitif dalam menarik investasi baru. Sejumlah indikator menunjukkan daya saing Jawa Tengah terus menguat, termasuk pertumbuhan ekonomi yang tinggi di beberapa daerah industri serta tingkat efisiensi investasi yang lebih baik dibandingkan rata-rata nasional.

Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) mendorong Jawa Tengah menjadi pusat atau hub investasi, manufaktur, logistik, dan rantai pasok berkelas dunia yang mampu bersaing dengan pusat-pusat investasi regional, termasuk Vietnam.

Baca juga:

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menyambut baik dukungan Apindo dan menegaskan komitmennya untuk menjadikan Jawa Tengah sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru yang menghubungkan kekuatan industri Jawa Barat dan Jawa Timur.

Badan Pusat Statistik (BPS) RI juga mencanangkan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) di Provinsi Jawa Tengah. Acara tersebut dihadiri oleh Gubernur Jawa Tengah Komjen Pol (Purn.) Ahmad Luthfi dan Wakil Kepala BPS RI Sonny Harry Budiutomo Harmadi.

Wakil Kepala BPS RI, Sonny Harry Budiutomo Harmadi, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Jawa Tengah atas dukungan yang diberikan terhadap pelaksanaan SE2026. Menurutnya, komitmen pemerintah daerah menjadi modal penting dalam menghasilkan data berkualitas yang dibutuhkan untuk menyusun kebijakan pembangunan yang tepat sasaran.

Jawa Tengah merupakan salah satu kekuatan ekonomi nasional yang memiliki fondasi usaha yang kuat. Pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah tercatat konsisten berada di atas pertumbuhan ekonomi nasional sejak triwulan I-2025 hingga triwulan I-2026.

Dalam dua dekade terakhir, jumlah usaha di Jawa Tengah meningkat signifikan dari 3,69 juta unit usaha pada 2006 menjadi 4,93 juta unit usaha pada 2026. Dari jumlah tersebut, sekitar 4,8 juta diantaranya merupakan UMKM.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyampaikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan SE2026. Ia menegaskan data yang dihasilkan dari sensus akan menjadi landasan penting bagi pemerintah daerah dalam merumuskan arah pembangunan dan kebijakan ekonomi di masa mendatang.

Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah juga menghadapi tantangan penolakan warga terkait rencana pembangunan gereja di Kelurahan Banyuanyar, Kecamatan Banjarsari, Kota Surakarta. Luthfi mengatakan, untuk menangani persoalan tersebut, dia mengedepankan peran Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB).

Dalam menghadapi penolakan tersebut, Luthfi menegaskan bahwa FKUB akan menjadi garda terdepan dalam menyelesaikan masalah tersebut. Ia juga menekankan pentingnya menjaga toleransi dan kerukunan antar umat beragama di Jawa Tengah.

Di akhir, Jawa Tengah siap untuk menjadi hub investasi Asia dan fokus pada percepatan pembangunan infrastruktur untuk meningkatkan daya saing dan menarik investasi baru. Dengan dukungan dari Apindo dan BPS, Jawa Tengah diharapkan dapat menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru yang menghubungkan kekuatan industri Jawa Barat dan Jawa Timur.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *