Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 14 Agustus 2026 | IHSG ditutup merosot 1,13% atau 72,08 poin ke level 6.301 pada penutupan perdagangan Kamis (13/8). Saham-saham milik konglomerat Prajogo Pangestu berguguran. Harga saham PT Petrosea Tbk (PTRO) anjlok 5,45% ke Rp 5.200; PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) turun 4,63% ke Rp 2.060, dan; PT Barito Pacific Tbk (BRPT) merosot 4,36% ke Rp 1.865.
Merujuk data perdagangan Bursa Efek Indonesia, volume transaksi perdagangan sepanjang hari ini mencapai 28,2 miliar saham dan frekuensi sebanyak 1,92 juta kali. Kapitalisasi pasar tercatat mencapai Rp 11.074 triliun dengan total nilai transaksi sebesar Rp 13,56 triliun.
Sebanyak 175 saham ditutup menguat, 452 ditutup melemah, dan 164 saham lainnya stagnan pada perdagangan hari ini. Seluruh sektor yang ada di BEI ditutup di zona merah. Saham-saham industri emas terpantau mengalami koreksi hari ini.
Di antaranya saham PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) yang turun 3,61% ke Rp 1.200; PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) yang merosot 4,12% ke Rp 2.790; PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) melemah 2,91% ke Rp 3.000, dan; PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) terkoreksi 1,57% ke Rp 625.
Sementara itu, indeks-indeks lainnya di kawasan Asia ditutup bervariasi. Indeks bursa Nikkei Jepang naik 1,24% ke level 68.362, sedangkan Shanghai Composite turun 0,5% ke level 3.926. Adapun Indeks Kospi Korea Selatan naik 3,56% ke 6.813, sementara Hang Seng turun 0,17% ke level 25.396.
Dalam beberapa hari terakhir, PTRO berhasil mengantongi kontrak tambang batu bara senilai Rp9,3 triliun. Kontrak tersebut berasal dari PT Pesona Bara Cakrawala (PBC) dan PT Cakrawala Bara Persada (CBP), yang merupakan anak usaha tidak langsung PT Singaraja Putra Tbk (SINI).
PTRO akan menjalankan peran sebagai kontraktor jasa pertambangan untuk dua proyek batu bara yang berlokasi di Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah. Ruang lingkup pekerjaan PTRO dalam kontrak tersebut meliputi sejumlah kegiatan utama pertambangan.
Perseroan akan bertindak selaku kontraktor jasa pertambangan dengan ruang lingkup pekerjaan di antaranya mencakup jasa pengupasan dan pemindahan lapisan tanah penutup (overburden removal), pemberaian material batuan, serta penambangan batubara.
Total estimasi nilai kontrak PTRO tersebut mengacu pada Indonesian Coal Index (ICI) per 23 Juli 2026. Salah satu kontrak yang diperoleh PTRO berasal dari proyek tambang PBC. Perusahaan tersebut memiliki Izin Usaha Pertambangan Operasi Produksi (IUP-OP) di Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah.
Dalam proyek PBC, PTRO akan menangani pekerjaan pertambangan dengan estimasi volume produksi lapisan tanah penutup mencapai 189 juta bank cubic meter (BCM). Sementara itu, estimasi produksi batu bara dari proyek tersebut mencapai 42 juta ton. Nilai kontrak jasa pertambangan yang diperoleh PTRO dari PBC diperkirakan mencapai Rp7,7 triliun.
Dari proyek tambang PBC tersebut, SINI memproyeksikan total pendapatan hingga US$2,6 miliar atau sekitar Rp45,6 triliun sepanjang masa kontrak. Batu bara yang diproduksi dari proyek tersebut memiliki kalori GAR 4200.
Kesimpulan, IHSG terkoreksi 1,13% dengan saham-saham milik konglomerat Prajogo Pangestu seperti PTRO, BRPT, dan TPIA mengalami penurunan. Sementara itu, PTRO berhasil mengantongi kontrak tambang batu bara senilai Rp9,3 triliun yang berlokasi di Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah.
