Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 21 Juli 2026 | Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan dengan kenaikan 1,65% dalam sebulan terakhir. Namun, pertanyaan masih menggantung, apakah ini merupakan awal dari rebound yang berkelanjutan atau hanya bull trap sebelum IHSG kembali terkoreksi?
Senior Technical Analyst Mirae Asset Indonesia, Nafan Aji Gusta, menilai tren jangka panjang IHSG masih berada dalam fase secular uptrend. Berdasarkan grafik bulanan, garis tren naik IHSG sebelumnya telah menyentuh di level 5.318. Menurutnya, IHSG masih ada peluang besar untuk mencetak rekor tertinggi sepanjang masa atau all-time high (ATH) dengan target jangka panjang di level 10.581.
Di sisi valuasi, Nafan menilai IHSG juga masih tergolong undervalued, dengan rasio price-to-earnings (P/E) sebesar 9,10 kali. Level tersebut relatif rendah dibandingkan sejumlah negara berkembang maupun negara maju.
Sementara itu, beberapa saham besar seperti BBCA dan TLKM juga menunjukkan kenaikan. Saham BBCA naik 0,77% menjadi Rp6.525, sedangkan saham TLKM naik. Kenaikan ini dipengaruhi oleh sentimen positif di pasar dan ekspektasi akan pemulihan ekonomi.
Meskipun demikian, masih ada sejumlah faktor yang perlu diwaspadai, seperti kondisi ekonomi global yang belum stabil dan potensi kenaikan suku bunga. Oleh karena itu, investor perlu tetap waspada dan memantau perkembangan pasar dengan cermat.
Di lain pihak, DEWA juga memperluas portofolio bisnisnya dengan membentuk tiga entitas anak baru, yaitu DH Listrik, DH Infrastruktur, dan DH Arunika Hospitality. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan DEWA dalam menghadapi persaingan di pasar.
ASII juga telah memulai program buyback senilai Rp8 triliun. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan investor dan memperbaiki kondisi keuangan perusahaan.
Dalam beberapa hari terakhir, IHSG terus bergerak naik, bahkan mencapai level 6.228 pada sesi I hari Senin, 20 Juli 2026. Penguatan IHSG ini didorong oleh kenaikan signifikan saham sektor perbankan serta sektor energi berkapitalisasi besar.
Namun, perlu diingat bahwa pasar saham selalu berfluktuasi, dan investor perlu tetap waspada dan memantau perkembangan pasar dengan cermat. Dengan demikian, investor dapat membuat keputusan yang tepat dan mengoptimalkan potensi keuntungan.
