Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 13 Juli 2026 | Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin sore ditutup menguat seiring investor merespon positif S&P Global Rating yang mempertahankan peringkat utang Indonesia di level “BBB” dengan outlook "Stabil".
IHSG ditutup menguat 113,48 poin atau 1,92 persen ke posisi 6.037,84. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 13,12 poin atau 2,23 persen ke posisi 602,37.
Sentimen positif berasal dari S&P Global Ratings yang menegaskan peringkat kredit jangka panjang Indonesia pada 'BBB' dan jangka pendek pada 'A-2'. Prospek peringkat jangka panjang masih dipertahankan di 'Stabil'.
Dari dalam negeri, S&P Global Ratings menilai pelemahan posisi fiskal dan eksternal Indonesia bersifat sementara, serta berpotensi membaik seiring kenaikan harga komoditas dan upaya pemerintah meningkatkan penerimaan negara.
S&P menyatakan bahwa prospek stabil mencerminkan ekspektasi bahwa penerimaan negara akan terus pulih pada tahun ini, dan penerimaan ekspor akan meningkat seiring penguatan harga komoditas.
Di sisi lain, pelaku pasar menunggu data inflasi AS pada pekan ini, untuk petunjuk lebih lanjut tentang prospek kebijakan moneter The Fed.
Pasar saat ini memperkirakan Fed akan menaikkan suku bunga satu kali sebelum akhir tahun.
IHSG kembali menguat dan berhasil menembus level psikologis 6.000 pada penutupan perdagangan, Senin (13/7/2026), atau setelah lembaga pemeringkat global Standard & Poor's (S&P) Global Ratings mempertahankan peringkat utang Indonesia di level BBB dengan outlook stabil.
Ada beberapa saham yang berpotensi bergerak signifikan pada Selasa (14/7/2026), yaitu KIJA, ESLA, INTP, dan beberapa saham lainnya.
Kesimpulan, IHSG menguat 1,92% ke level 6.037,84, dipicu oleh S&P Global Rating yang stabil dan prospek perekonomian yang cerah.
