Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 19 Juni 2026 | Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami pelemahan pada sesi I perdagangan hari ini, dengan penurunan sebesar 1,06% ke level 6.154. Tekanan jual mendominasi pasar akibat sentimen global mengenai kebijakan suku bunga The Fed terhadap arus modal. Saham sektor infrastruktur menjadi yang paling tertekan dengan penurunan 2,03%.
Nilai transaksi pada sesi pertama mencapai Rp 10,03 triliun dengan volume perdagangan 13,45 miliar saham dan frekuensi transaksi sebanyak 1.039.521 kali. Pelemahan IHSG terjadi meski sejumlah saham berbasis komoditas dan energi masih mencatatkan penguatan. Saham PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) menjadi bintang di indeks LQ45 dengan kenaikan 5,86% ke level Rp2.890 per saham.
Sementara itu, investor asing membukukan aksi beli bersih sebesar Rp 2,59 triliun hingga jeda perdagangan siang. Total nilai pembelian investor asing mencapai Rp 8,12 triliun, sementara nilai penjualan tercatat sebesar Rp 5,53 triliun. Aksi akumulasi asing terutama terfokus pada saham-saham perbankan berkapitalisasi besar.
PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menjadi saham dengan nilai beli bersih terbesar, yakni Rp 288,87 miliar dengan volume transaksi 44,83 juta saham. Posisi berikutnya ditempati PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) yang mencatat net buy sebesar Rp 278,65 miliar dengan volume 90,84 juta saham.
Dalam rekomendasi saham hari ini, beberapa saham yang dipilih antara lain PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS), PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA), PT Timah Tbk (TINS), PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), dan PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA).
IHSG hari ini berpotensi koreksi terbatas di range 6.230-6.260. Diperkirakan support IHSG: 6.230-6.180 dan resist IHSG: 6.280-6.400. Namun, perlu diingat bahwa keputusan investasi tetap berada di tangan pembaca, dan setiap risiko investasi menjadi tanggung jawab pribadi.
Kesimpulan, IHSG melemah pada sesi I perdagangan hari ini, dengan penurunan sebesar 1,06% ke level 6.154. Saham sektor infrastruktur menjadi yang paling tertekan, namun beberapa saham berbasis komoditas dan energi masih mencatatkan penguatan. Investor asing membukukan aksi beli bersih sebesar Rp 2,59 triliun, dan beberapa saham dipilih sebagai rekomendasi saham hari ini.
