Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 17 April 2026 | Hari Kamis, 16 April 2026, menandai peringatan ke-74 Hari Ulang Tahun (HUT) Komando Pasukan Khusus (Kopassus). Peringatan yang sekaligus menjadi ajang refleksi ini diangkat dengan tema “Garda Senyap Untuk Negeri”, menegaskan peran strategis satuan elit TNI Angkatan Darat yang beroperasi secara tersembunyi namun berpengaruh besar dalam menjaga kedaulatan dan stabilitas Indonesia.
Pembentukan Kopassus berakar dari tantangan keamanan pada masa awal kemerdekaan. Pada Juli 1950, Republik Maluku Selatan (RMS) memberontak, memaksa pemerintah Republik Indonesia mengerahkan pasukan untuk menumpasnya. Operasi penumpasan dipimpin oleh Panglima Tentara Teritorium III, Kolonel A.E. Kawilarang, dengan Letnan Kolonel Slamet Riyadi sebagai komandan operasi. Pengalaman lapangan ini menumbuhkan kebutuhan akan satuan khusus yang mampu bergerak cepat, tepat, dan efektif dalam situasi krisis.
Setelah pertempuran di Ambon yang merenggut nyawa Letnan Kolonel Slamet Riyadi, Kolonel Kawilarang melanjutkan visi pendirian satuan pemukul. Pada 16 April 1952, melalui Instruksi Panglima Tentara Teritorium III Nomor 55/Instr/POS/52, resmi terbentuk Kesatuan Komando Teritorium III, cikal bakal Kopassus. Seiring berjalannya waktu, satuan ini mengalami serangkaian perubahan nama, hingga pada tahun 1985 diresmikan dengan nama Komando Pasukan Khusus (Kopassus) yang dikenal hingga kini.
Seiring perkembangan, Kopassus membentuk beberapa grup khusus, salah satunya Grup‑2 yang berpusat di Kartasura, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah. Markas Grup‑2 sejak lama dijuluki “kandang menjangan” karena lokasinya yang strategis dan fasilitas latihannya yang menantang, mengingatkan pada kandang tempat pelatihan menjangkar (menjangan) binatang buas. Markas ini terletak tidak jauh dari jalur kereta api utama, memudahkan mobilisasi personel dan perlengkapan ke berbagai wilayah operasional.
Grup‑2 memiliki mandat khusus dalam bidang intelijen, kontra‑terorisme, serta operasi penyusupan di wilayah Jawa dan sekitarnya. Selama dekade terakhir, satuan ini terlibat dalam operasi penting, antara lain penertiban gerakan separatis di Papua, penanggulangan terorisme di Poso, serta dukungan logistik dalam misi kemanusiaan di Aceh setelah gempa bumi 2023. Latihan intensif di markas Kartasura mencakup simulasi pertempuran perkotaan, navigasi hutan, serta teknik penyusupan air, yang semuanya dirancang untuk menjaga kemampuan tempur yang selalu siap pakai.
Berikut rangkaian kegiatan utama yang menjadi ciri khas markas Grup‑2 Kartasura:
- Latihan Taktis Harian (LTH): meliputi penyusupan, penembakan jarak jauh, dan penanggulangan bom rakitan.
- Program Kebugaran Fisik (PKF): termasuk trek lari jarak jauh, latihan ketahanan mental, dan uji stamina air.
- Simulasi Operasi Khusus (SOK): penggunaan fasilitas urban mock‑up untuk mengasah kemampuan tempur di lingkungan perkotaan.
Peringatan HUT ke‑74 Kopassus tidak hanya berupa upacara seremonial, melainkan juga serangkaian kegiatan edukatif dan sosial. Di markas Kartasura, anggota Grup‑2 menggelar pameran sejarah Kopassus, menampilkan foto-foto arsip pendirian, perlengkapan lama, serta kisah heroik para pendiri seperti A.E. Kawilarang dan Slamet Riyadi. Selain itu, dilakukan penyuluhan kepada warga sekitar tentang pentingnya keamanan nasional dan peran Kopassus dalam melindungi masyarakat.
Filosofi tema “Garda Senyang Untuk Negeri” tercermin dalam setiap aktivitas peringatan. Meskipun operasi mereka jarang terdengar di publik, kontribusi Kopassus, khususnya Grup‑2, tetap menjadi garda tak terlihat yang menegakkan kedamaian. Melalui latihan yang ketat, semangat disiplin, serta dedikasi pada tugas, satuan ini terus meneguhkan reputasinya sebagai penyangga utama pertahanan Indonesia.
Peringatan ke‑74 ini sekaligus menjadi momentum bagi generasi muda TNI untuk memahami nilai-nilai patriotisme, keberanian, dan ketangguhan yang diusung Kopassus. Dengan menatap masa depan, Kopassus berkomitmen memperkuat kemampuan operasional, meningkatkan kerja sama internasional, serta terus beradaptasi dengan tantangan keamanan yang semakin kompleks.
Secara keseluruhan, perayaan HUT ke‑74 Kopassus tidak hanya menandai sejarah panjang satuan elit ini, tetapi juga menyoroti peran strategis markas Grup‑2 di Kartasura—kandang menjangan yang terus melahirkan prajurit siap tempur demi keamanan dan kedaulatan bangsa.
