Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 17 April 2026 | Tim SAR gabungan telah dikerahkan secara masif setelah helikopter Airbus H130 berregistrasi PK-CFX milik PT Matthew Air dilaporkan hilang kontak pada pagi hari Kamis, 16 April 2026, di wilayah Kecamatan Nanga Taman, Desa Tapang Tingang, Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat. Kejadian ini memicu respons cepat dari Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), TNI Angkatan Udara, Polri, Brimob, serta aparat daerah setempat.
Helikopter lepas landas dari helipad PT Citra Mahkota di Desa Nanga Keruap, Kabupaten Melawi pada pukul 07.34 WIB dengan rute menuju helipad PT Graha Agro Nusantara 1 di Desa Teluk Bakung, Kabupaten Kubu Raya. Jadwal kedatangan diperkirakan pukul 08.50 WIB, namun kontak terputus pada pukul 08.39 WIB. Data radar menunjukkan posisi terakhir di koordinat 0°10’51.91″ S, 110°47’25.49″ E, tepat di kawasan hutan rimbun Nanga Taman.
Setelah laporan diterima pada pukul 10.40 WIB dari AirNav Pontianak melalui pelapor bernama Rahmat, Direktur Kesiapsiagaan Basarnas, Noer Isrodin Muchlisin, mengonfirmasi kehilangan kontak dan menyatakan kemungkinan jatuh. Ia menambahkan bahwa tim telah mengumpulkan data awal untuk memetakan area pencarian.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Pontianak, I Made Junetra, melaporkan bahwa lebih dari 20 personel gabungan—termasuk tim SAR, personel Lanud Supadio, dan pasukan khusus Paskhas—dikerahkan dengan helikopter Super Puma pada pukul 13.10 WIB. Operasi udara ini berhasil mendeteksi serpihan yang diduga bagian ekor helikopter sekitar tiga kilometer ke barat titik kontak terakhir.
Sementara itu, tim darat dari Pos SAR Sintang berangkat pukul 11.00 WIB menggunakan satu unit rescue car DMax, diperkirakan tiba di lokasi sekitar pukul 15.00 WIB. Tim dari Kantor Pencarian dan Pertolongan Pontianak berangkat sedikit lebih lambat, pukul 11.05 WIB, dengan dua unit DMax dan satu unit Commob dilengkapi perangkat direction finder serta konektivitas Starlink untuk mengatasi keterbatasan jaringan di daerah tersebut. Kedua tim diperkirakan memerlukan waktu 4–6 jam untuk mencapai titik pencarian, mengingat medan yang berbukit dan akses jalan yang terbatas.
Polres Sekadau, dipimpin oleh AKBP Andhika Wiratama, serta Brimob turut berperan dalam operasi. Menurut pernyataan Andhika, total personel yang dikerahkan mencapai sekitar 35 orang, termasuk aparat setempat, warga desa, serta tim SAR TNI. Operasi pencarian dipimpin oleh Kabagops Polres Sekadau, AKP Sugiyanto.
Helikopter tersebut mengangkut delapan orang: dua kru (Capt. Marindra, pilot; Harun Arasyid, kopilot) dan enam penumpang (Patrick K., Victor T., Charles L., Joko C., Fauzie O., dan Sugito). Identitas lengkap ditampilkan dalam daftar berikut:
- Marindra – Pilot (Pontianak)
- Harun Arasyid – Co‑Pilot (Pontianak)
- Patrick K. – Penumpang (Pontianak)
- Victor T. – Penumpang (Pontianak)
- Charles L. – Penumpang (Pontianak)
- Joko C. – Penumpang (Pontianak)
- Fauzie O. – Penumpang (Pontianak)
- Sugito – Penumpang (Pontianak)
Setelah serpihan terdeteksi dari udara, tim SAR darat memperkuat pencarian dengan menelusuri area hutan yang diperkirakan menjadi titik jatuh. Kondisi cuaca pada hari kejadian menunjukkan hujan lebat, menambah kesulitan dalam proses evakuasi. I Made Junetra menegaskan bahwa evakuasi korban akan dilanjutkan pada Jumat, 17 April 2026, setelah kondisi cuaca stabil.
Seluruh upaya pencarian dan pemulihan terus dipantau secara real‑time oleh Basarnas melalui pusat komando. Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii menegaskan komitmen Basarnas untuk melaksanakan operasi SAR secara optimal dengan dukungan seluruh elemen SAR, termasuk TNI, Polri, BPBD, dan perangkat desa. Ia juga meminta doa serta dukungan moral dari masyarakat agar proses pencarian dapat berlangsung aman, lancar, dan tuntas.
Hingga saat penulisan ini, belum ada konfirmasi resmi mengenai kondisi korban. Pihak berwenang terus melakukan pencarian intensif, mengandalkan teknologi pemantauan udara, peralatan komunikasi canggih, serta koordinasi lintas lembaga. Semua pihak berharap dapat menemukan korban secepatnya dan mengidentifikasi penyebab kecelakaan demi mencegah insiden serupa di masa depan.
