Harga Telur dan Komoditas Lain Anjlok, Ini Penyebabnya

Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 02 Juli 2026 | Harga telur ayam ras di Bali mengalami penurunan tajam akibat over populasi dan isu makan bergizi gratis. Harga telur di tingkat peternak (kandang) mengalami kemerosotan tajam, sementara harga pakan ayam terus melonjak tanpa kepastian. Kondisi ini dirasakan oleh para peternak ayam ras petelur di Bali, yang saat ini tengah menghadapi kondisi yang sangat sulit.

Putu Tedi, seorang peternak sekaligus penjual telur asal Desa Jehem, Kecamatan Tembuku, Bangli, mengungkapkan bahwa harga telur jenis root (telur campur ukuran tanggung dan besar) di tingkat kandang kini anjlok hingga menyentuh angka Rp43.000 per krat (isi 30 butir). Padahal sebelumnya, harga telur sempat mencapai masa kejayaan di angka Rp52.000 hingga Rp55.000 per krat.

Baca juga:

Penurunan harga yang drastis ini sudah mulai terasa sejak sebulan terakhir, namun mencapai titik terparah hari ini. Ia menduga anjloknya harga dipicu oleh kelebihan pasokan (over populasi) akibat banyaknya peternak baru yang bermunculan.

Sementara itu, harga ayam dan telur di Pasar Peterongan, Kota Semarang, juga mengalami penurunan dalam sepekan terakhir. Pedagang menyebut turunnya harga dipengaruhi program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang sedang libur sementara. Harga telur ayam kini dijual Rp 25 ribu per kilogram, turun dari Rp 28 ribu hingga Rp 32 ribu per kilogram sebelumnya.

Bursa Asia juga mengalami penurunan, dengan indeks Kospi Korea Selatan anjlok lebih dari 5 persen hingga perdagangan sempat dihentikan sementara. Ekspor Jatim Januari-Mei 2026 juga terkoreksi 2,92 persen, dipicu penurunan ekspor migas dan komoditas perhiasan. Ekspor Papua Barat Daya juga anjlok 66,24 persen, akibat pelemahan kinerja industri pengolahan yang turun 73,03 persen.

Kesimpulan dari semua ini adalah bahwa harga telur dan komoditas lainnya mengalami penurunan tajam akibat various faktor, termasuk over populasi, isu makan bergizi gratis, dan pelemahan kinerja industri pengolahan. Hal ini mempengaruhi para peternak dan pedagang, serta berdampak pada perekonomian secara keseluruhan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *