Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 28 Juli 2026 | Harga minyak dunia telah mengalami penurunan yang signifikan akhir-akhir ini. Hal ini terjadi setelah AS dan Iran menghentikan sementara serangan mereka. Harga minyak mentah Brent telah turun hingga 8,7% menjadi US$ 88,36 per barel, sementara harga minyak West Texas Intermediate (WTI) turun 7,5% menjadi US$ 82,61 per barel.
Penurunan harga minyak dunia ini dipicu oleh optimisme yang meningkat terkait dimulainya kembali pembicaraan antara AS dan Iran untuk mengakhiri konflik di Timur Tengah. Presiden Donald Trump telah menyatakan bahwa AS sedang terlibat dalam perundingan yang baik dengan Iran.
Dampak dari penurunan harga minyak dunia ini bagi perekonomian Indonesia dapat berupa penurunan beban subsidi energi dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Hal ini karena Indonesia merupakan negara pengimpor minyak neto, sehingga penurunan harga minyak dunia dapat mengurangi biaya impor minyak.
Selain itu, penurunan harga minyak dunia juga dapat membantu menjaga stabilitas harga bahan bakar di dalam negeri. Harga bahan bakar minyak (BBM) di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) juga terpantau tetap stabil pada pekan terakhir Juli 2026.
Namun, perlu diingat bahwa harga minyak dunia masih dapat berfluktuasi dan dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk perkembangan konflik di Timur Tengah. Oleh karena itu, pemerintah dan masyarakat perlu terus memantau situasi dan mengambil langkah-langkah yang tepat untuk menghadapi dampak dari perubahan harga minyak dunia.
