Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 25 Juli 2026 | Happy Hapsoro, suami dari Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR RI) Puan Maharani, kembali membuat gebrakan di dunia bisnis. Melalui perusahaan yang terafiliasi dengannya, PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU) dan PT Singaraja Putra Tbk (SINI), Hapsoro memperluas sayap bisnisnya ke sektor tambang batu bara dan minyak gas (migas).
SINIH, yang merupakan perusahaan tambang batu bara, baru-baru ini menggandeng PT Petrosea Tbk (PTRO) untuk menggarap tambang batu bara di Kalimantan Tengah. Kerja sama ini akan menjadi katalis baru bagi pertumbuhan kedua emiten. Melalui dua anak usahanya, PT Pesona Bara Cakrawala (PBC) dan PT Cakrawala Bara Persada (CBP), SINI menandatangani Perjanjian Jasa Pertambangan dengan PTRO.
Perjanjian berlaku selama umur tambang (life of mine). SINI memperkirakan kerja sama tersebut berpotensi menghasilkan tambahan pendapatan hingga Rp 57,05 triliun sepanjang masa kontrak. Pada tambang milik PBC, volume pengupasan lapisan penutup diperkirakan mencapai 189 juta bank cubic meter (BCM) dengan produksi batu bara sekitar 42 juta ton.
Sementara itu, RATU, yang merupakan perusahaan migas, tengah menjajaki rencana akuisisi aset migas di Australia hingga Malaysia. Direktur Utama Raharja Energi Cepu, Sumantri, mengatakan penjajakan tersebut masih tahap awal dan belum mengarah pada keputusan akuisisi.
RATU saat ini memang tengah giat mengebut ekspansi. Sebelumnya Chief Financial Officer (CFO) Raharja Energi Cepu, Adrian Hartadi, mengatakan perusahaan juga membidik sejumlah aset ladang minyak di Thailand, Turki, Irak hingga Amerika Serikat (AS). Ia mengatakan strategi akuisisi tetap menjadi fokus utama RATU untuk mendorong pertumbuhan anorganik.
Adrian mengatakan RATU berharap dapat merealisasikan sebagian akuisisi dari target-target ladang migas itu tahun ini apabila kondisi pasar mendukung. Namun, kata Adrian, hingga saat ini proses negosiasi masih menghadapi tantangan akibat tingginya harga minyak dunia.
Menurutnya, banyak pemilik aset menggunakan asumsi harga minyak di kisaran US$100 per barel sebagai dasar valuasi. Padahal, RATU menilai harga minyak lebih realistis dan berkelanjutan berada pada rentang US$ 60-70 per barel.
Di sisi kinerja keuangan, Adrian mengatakan RATU menargetkan laba bersih sebesar US$ 26,75 juta pada 2026, hampir dua kali lipat dibandingkan realisasi tahun sebelumnya sebesar US$ 15,2 juta. Sementara itu, pendapatan diperkirakan relatif stabil di kisaran US$ 51 juta.
Kesimpulan, Happy Hapsoro melalui perusahaan yang terafiliasi dengannya, RATU dan SINI, memperluas sayap bisnisnya ke sektor tambang batu bara dan migas. Dengan kerja sama dan akuisisi, kedua perusahaan tersebut berharap dapat meningkatkan pendapatan dan laba bersihnya di tahun-tahun mendatang.
