Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 29 Mei 2026 | Gempa vulkanik dangkal Gunung Awu di Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara, naik menjadi 41 kali per hari pada periode pengamatan 16-22 Mei 2026. Kondisi ini menunjukkan peningkatan dibanding periode sebelumnya dengan rata-rata kejadian meningkat dari 29 kejadian per hari menjadi 41 kejadian per hari.
Pelaksana Tugas Kepala Badan Geologi, Lana Saria, dalam evaluasi aktivitas Gunung Awu, menjelaskan bahwa pengamatan visual kawah Gunung Awu tidak mengalami perubahan yang signifikan sejak awal bulan Juli 2024. Namun, gempa vulkanik dangkal pada periode ini mengalami peningkatan cukup signifikan.
Rentetan gempa vulkanik dangkal dan vulkanik dalam (Spasmodic Burst) kembali terekam terutama pada tanggal 19 Mei 2026. Hal ini menunjukkan aktivitas magmatik di Gunung Awu telah mengakibatkan peningkatan tekanan pada kedalaman dangkal yang berpotensi terjadinya pembongkaran kubah lava.
Peningkatan kegempaan secara tiba-tiba (swarm gempa vulkanik) maupun peningkatan gempa ‘Low Freguency’ perlu diwaspadai dalam beberapa hari ke depan terutama dengan masih tingginya aktivitas tektonik regional di sekitar Sulawesi Utara dan Maluku.
Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) juga mengingatkan masyarakat pada 10 wilayah kabupaten/kota di Sulawesi Utara mewaspadai cuaca ekstrem hingga besok. Analisis kondisi dinamika atmosfer menunjukkan bahwa adanya Madden-Julian Oscillation (MJO) yang aktif secara spasial, gelombang Rossby Eguatorial, dan gelombang Kelvin di wilayah Sulawesi Utara meningkatkan aktivitas konvektif secara signifikan yang didukung oleh suhu muka laut yang hangat.
Kondisi tersebut memicu peningkatan curah hujan secara signifikan. Kombinasi dari fenomena tersebut membentuk kondisi atmosfer yang diprediksi akan mendukung terjadinya hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, disertai kilat/petir serta angin kencang di beberapa kabupaten/kota.
Masyarakat diimbau terus monitor informasi perkembangan cuaca dan peringatan dini cuaca dari Stasiun Meteorologi Sam Ratulangi Manado secara lebih rinci dan detail melalui Website https://cuaca.bmkg.go.id/ serta kanal informasi yang terverifikasi.
Kesimpulan, gempa vulkanik dangkal Gunung Awu dan cuaca ekstrem di Sulawesi Utara harus diwaspadai oleh masyarakat. Penting untuk memantau informasi terkini dan mengikuti instruksi dari pemerintah dan instansi terkait untuk meminimalkan dampak bencana.
