Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 26 Juni 2026 | Baru-baru ini, film drama keluarga yang berjudul ‘Jangan Buang Ibu‘ telah tayang di bioskop-bioskop Indonesia. Film ini menceritakan kisah seorang ibu tunggal yang berjuang membesarkan tiga anaknya sendirian setelah suaminya meninggal dunia. Ibu tersebut, yang diperankan oleh Nirina Zubir, harus menghadapi berbagai tantangan dalam memenuhi kebutuhan anak-anaknya dan membesarkannya hingga dewasa.
Meskipun anak-anaknya telah sukses dan memiliki kehidupan yang lebih baik, ibu tersebut harus menghadapi kenyataan pahit ketika anak-anaknya mulai menjauh dan tidak lagi memperhatikannya. Ibu tersebut merasa kehilangan kehangatan keluarga yang selama ini dijaganya dan merindukan anak-anaknya.
Film ‘Jangan Buang Ibu’ merupakan film drama keluarga yang mengangkat tema perjuangan seorang ibu tunggal dalam membesarkan anak-anaknya dan menghadapi berbagai tantangan kehidupan. Film ini juga mengajak penonton merenungkan makna bakti kepada orang tua dan pentingnya menjaga hubungan keluarga sebelum penyesalan datang terlambat.
Menurut informasi, film ‘Jangan Buang Ibu’ telah ditonton oleh 58.969 penonton sebelum film tersebut tayang reguler di bioskop. Hal ini menunjukkan tingginya antusiasme penonton Indonesia pada film ini.
Sementara itu, di luar kesibukan dunia hiburan, kasus penyekapan dan penganiayaan terhadap seorang wanita asal Rancaekek, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, telah menjadi perhatian masyarakat. Ayah korban penyekapan dan penganiayaan tersebut telah membuka suara mengenai kondisi luka yang dialami putrinya.
Dalam pertemuannya dengan Gubernur Jawa Barat, ayah korban mengungkapkan bahwa ia sempat menemukan belatung saat membersihkan luka di bagian kepala sang anak. Ia juga mengungkapkan bahwa ia sempat menyedot nanah yang menumpuk di kepala putrinya menggunakan mulutnya sendiri.
Di tempat lain, Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipayung di Kota Depok telah mengalami kelebihan kapasitas, sehingga DPRD Kota Depok mendesak Pemkot untuk segera memanfaatkan kuota pembuangan sampah di Tempat Pengolahan dan Pemrosesan Akhir Sampah (TPPAS) Regional Lulut Nambo.
Dalam kunjungan kerja ke Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Jawa Barat, Anggota Komisi C DPRD Kota Depok, Bambang Sutopo, mengungkapkan bahwa kuota pembuangan sampah di TPPAS Regional Lulut Nambo sebesar 50 ton per hari, namun kuota tersebut dipangkas drastis hingga tersisa 10 ton per hari.
