Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 07 Mei 2026 | Anggota Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Firman Hidayat menyatakan bahwa penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax tidak dapat dilakukan secara drastis. Menurut Firman, jika nantinya akan dilakukan penyesuaian harga Pertamax, itu harus dilakukan secara bertahap dan harus dihitung secara cermat dampaknya.
Firman menjelaskan, harus diterapkan secara bertahap, DEN memandang kenaikan harga Pertamax perlu dibarengi dengan persiapan tambahan bantuan sosial. Selain itu, ada sejumlah beban yang mungkin dapat ditanggung oleh pemerintah. DEN memandang kebijakan tersebut perlu dikaji secara hati-hati dan terus dikalkulasi setiap waktu.
Hal tersebut mengingat situasi yang terus dinamis dan perlu dipantau secara ketat. Ada risiko perpindahan konsumen jika terjadi disparitas harga yang terlalu jauh. Firman mencontohkan, jika pemerintah menahan harga BBM bersubsidi seperti Pertalite sementara harga Pertamax dinaikkan, masyarakat cenderung akan beralih menggunakan Pertalite.
Akibatnya, beban subsidi pemerintah justru akan meningkat. Hal itu berbeda dengan pengguna Pertamax Turbo yang memiliki spesifikasi kendaraan berbeda sehingga cenderung sulit untuk beralih ke jenis BBM yang lebih rendah.
Keputusan pemerintah untuk menahan harga BBM dan LPG subsidi dinilai langkah yang tepat. Firman membandingkannya situasi 10 tahun lalu ketika kelompok menengah ke atas masih banyak yang menikmati subsidi. Saat ini, kelompok menengah ke bawah justru menjadi pihak yang paling banyak menikmati BBM dan LPG subsidi.
Oleh karena itu, di tengah situasi sosial ekonomi masyarakat saat ini, setiap langkah terkait harga BBM harus dihitung secara sangat hati-hati. Dalam beberapa waktu terakhir, pemerintah telah melakukan berbagai upaya untuk mengontrol harga BBM dan LPG, termasuk menahan harga BBM bersubsidi dan melakukan penyesuaian harga BBM non-subsidi.
Dalam upaya untuk mengurangi beban subsidi, pemerintah juga telah melakukan berbagai program, seperti program konversi minyak tanah ke gas dan program pengembangan energi terbarukan. Namun, masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan untuk mengatasi masalah harga BBM dan LPG yang terus meningkat.
Untuk itu, DEN berharap pemerintah dapat terus memantau situasi dan melakukan penyesuaian kebijakan yang tepat untuk mengatasi masalah tersebut. Dengan demikian, diharapkan masyarakat dapat terus menikmati harga BBM dan LPG yang stabil dan terjangkau.
