Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 10 Agustus 2026 | Komedian Daus Mini tengah menghadapi persoalan serius setelah identitasnya dicatut oleh sejumlah akun media sosial. Tak hanya membuatnya mengalami tekanan psikologis, persoalan tersebut kini berkembang menjadi dugaan ancaman pembunuhan terhadap dirinya.
Kasus ini bermula dari kemunculan sejumlah akun media sosial yang menggunakan identitas Daus Mini dan diduga mengunggah konten bernada negatif. Keberadaan akun tersebut membuat sejumlah orang mengira bahwa konten yang beredar benar-benar dibuat oleh sang komedian.
Daus Mini mengaku situasi tersebut sempat membuat dirinya merasa stres. Pasalnya, pencatutan identitas itu bukan hanya berdampak di dunia maya, tetapi juga mulai memengaruhi interaksinya ketika berada di tempat umum.
"Awalnya iya (stres). Tapi ada abang yang kasih semangat, ‘udah santai, biar kita obrolin, kita selesaikan," ujar Daus Mini.
Ia menceritakan bahwa dirinya beberapa kali harus memberikan penjelasan kepada orang yang telanjur percaya dengan informasi dari akun yang diduga palsu tersebut. Situasi itu membuat Daus Mini merasa tidak nyaman karena harus menghadapi anggapan yang sebenarnya tidak berkaitan dengan dirinya.
Daus Mini tidak memilih menyelesaikannya sendiri. Ia menyerahkan proses hukum kepada kuasa hukumnya untuk mengusut pihak yang diduga menggunakan identitasnya secara tidak bertanggung jawab.
Menurut kuasa hukum Daus Mini, Zecky Alatas, pihaknya telah memberikan peringatan langsung kepada pemilik akun. Namun, peringatan tersebut tidak digubris.
Daus Mini telah melaporkan akun tersebut ke Polda Metro Jaya. Laporan itu tercatat dengan nomor LP/B/5798/VIII/2026/SPKT/POLDA METRO JAYA.
Rencananya, laporan ancaman pembunuhan yang dialami Daus Mini akan dibuat di Polda Metro Jaya pada minggu depan. Adapun laporan pencemaran nama baik telah dibuat Daus Mini pada Jumat (7/8) kemarin.
Zecky Alatas menyebut, laporan kasus pembunuhan tidak disatukan dalam laporan pencemaran nama baik karena kasusnya dinilai berbeda dengan perkara pencemaran nama baik.
Daus Mini masih memilih enggan untuk mengungkap secara detail bentuk ancaman pembunuhan yang dialaminya karena merasa belum waktunya.
Kesimpulan dari kasus ini adalah bahwa Daus Mini telah menjadi korban pencatutan identitas di media sosial, yang tidak hanya membuatnya mengalami tekanan psikologis, tetapi juga menerima ancaman pembunuhan. Ia telah melaporkan kasus ini ke pihak berwajib dan menyerahkan proses hukum kepada kuasa hukumnya.
