Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 01 Juli 2026 | PT Pelayaran Nasional Indonesia (PELNI) sedang mempersiapkan pengadaan tiga kapal penumpang baru pada 2026 sebagai bagian dari upaya memperbarui armada yang telah berusia lebih dari 40 tahun. Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga keandalan layanan angkutan laut sekaligus meningkatkan efisiensi operasional.
Direktur Utama PELNI Budi Setyawan Wijaya mengatakan perusahaan tetap memprioritaskan dua fokus utama pada 2026, yakni peningkatan operasional dan kualitas layanan publik. Salah satu program strategis yang dijalankan adalah pengadaan kapal baru untuk melayani penugasan public service obligation (PSO).
Proses pengadaan dimulai dengan desain kapal (ship design process) pada Juli 2026 hingga Desember 2027 selama 17 bulan. Selanjutnya, tahap desain detail berlangsung dari Juni 2027 hingga Mei 2028. Pembangunan kapal pertama dijadwalkan berlangsung mulai Juni 2027 hingga Oktober 2028, diikuti tahap penyelesaian (finishing) hingga sekitar Juli 2029.
Sementara itu, PT Perkebunan Nusantara I (PTPN I) mempercepat hilirisasi teh untuk memperluas pasar ekspor di Eropa, fokus pada produk premium dan peningkatan daya saing global. Strategi Hilirisasi Teh PTPN I ini diharapkan mampu mendongkrak kontribusi ekspor teh Indonesia.
Di lain pihak, Holding Industri Pertambangan Indonesia, MIND ID, berkomitmen pangkas emisi gas rumah kaca (GRK) hingga dua juta ton CO2e pada 2030, di tengah tantangan hilirisasi mineral yang membutuhkan energi tinggi. Target ini setara dengan sekitar 15,5 persen dari total emisi GRK saat ini.
Langkah ini diambil guna mendukung target Nationally Determined Contribution (NDC) kedua Indonesia pada 2030 dan aspirasi menuju emisi nol bersih. Komitmen pengurangan emisi ini diumumkan di tengah proyeksi peningkatan signifikan kebutuhan energi operasional MIND ID.
Peningkatan kebutuhan energi ini dipicu oleh percepatan program hilirisasi mineral nasional yang menjadi mandat strategis perusahaan. Decarbonisasi sektor pertambangan menjadi semakin menantang seiring dengan ekspansi industrialisasi hilir.
Binahidra Logiardi, Head of Sustainability Division MIND ID, menyatakan bahwa target pengurangan dua juta ton emisi dicanangkan di tengah proyeksi lonjakan kebutuhan energi yang hampir dua kali lipat. Hal tersebut menunjukkan keseriusan MIND ID dalam mengintegrasikan inisiatif keberlanjutan untuk mengelola emisi gas rumah kaca dengan lebih optimal.
Kesimpulan, pengembangan transportasi laut dan pengurangan emisi gas rumah kaca merupakan dua aspek penting yang perlu diperhatikan dalam upaya meningkatkan kualitas hidup dan menjaga keberlanjutan lingkungan. Dengan demikian, PELNI dan MIND ID berperan penting dalam memajukan sektor transportasi dan pertambangan di Indonesia.
