Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 10 Juni 2026 | Program Makan Bergizi Gratis (MBG) masih menghadapi berbagai persoalan serius, mulai dari kasus keracunan massal, lemahnya transparansi pengelolaan SPPG, hingga tata kelola program yang terus menuai kritik publik.
Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) mengirim surat terbuka kepada Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) yang baru, Nanik Sudaryati Deyang, dengan menuliskan tuntutannya untuk 100 hari pertama sejak Nanik menjabat.
YLKI memandang 100 hari pertama Nanik sebagai momentum penting untuk membenahi berbagai persoalan, memulihkan kepercayaan publik, dan memastikan perlindungan konsumen khususnya anak-anak sebagai kelompok rentan.
Nanik sendiri telah menyatakan akan memperbaiki MBG dan YLKI menyampaikan tujuh pesan yang perlu menjadi fokus kerja Nanik Deyang dalam 100 hari pertama sebagai Kepala BGN.
Badan Gizi Nasional (BGN) telah mencairkan sekitar Rp5 triliun untuk operasional dapur MBG, termasuk di Aceh, dan Nanik menegaskan persoalan yang terjadi hanya bersifat teknis.
BGN juga melakukan pengetatan terhadap standar menu dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG), dengan melarang penggunaan telur dadar, orak-arik telur, mi instan, berbagai jenis keripik, hingga makanan tertentu yang dinilai berisiko menurunkan kualitas gizi maupun keamanan pangan bagi penerima manfaat Program MBG.
Menurut Nanik, program MBG tetap berjalan dan hanya mengalami kendala administratif terkait proses pencairan anggaran.
YLKI berharap dengan pergantian kepemimpinan di BGN, program MBG dapat diperbaiki dan menjadi lebih baik dalam menyajikan makanan bergizi untuk anak-anak.
Kesimpulan dari permasalahan MBG ini adalah bahwa program tersebut masih memiliki banyak kelemahan yang perlu diperbaiki, namun dengan adanya pergantian kepemimpinan di BGN dan upaya-upaya perbaikan yang dilakukan, diharapkan program MBG dapat menjadi lebih baik dan efektif dalam menyajikan makanan bergizi untuk anak-anak.
