Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 20 Juli 2026 | Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan bahwa gempa bumi dengan magnitudo 4,8 mengguncang Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, pada Minggu (19/7/2026) pukul 15.11 WIB. Gempa ini memiliki pusat gempa di laut pada jarak 79 kilometer arah barat daya Kabupaten Sukabumi dengan kedalaman 52 kilometer.
Menurut Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Dr Wijayanto, gempa ini tidak berpotensi tsunami. Wijayanto menjelaskan bahwa guncangan ini merupakan jenis gempa bumi dangkal yang disebabkan oleh aktivitas deformasi batuan di dasar laut.
Sementara itu, BMKG juga melaporkan bahwa wilayah Bogor dan sekitarnya diguyur hujan deras setelah berhari-hari mengalami kekeringan. BMKG menjelaskan bahwa hujan deras ini disebabkan oleh adanya gangguan atmosfer regional seperti Madden-Julian Oscillation (MJO), gelombang Kelvin, dan Rossby Ekuatorial yang memicu pertumbuhan awan hujan.
BMKG juga memprediksi bahwa musim kemarau tahun ini akan berlangsung panjang dan kering. Deputi Bidang Klimatologi BMKG Ardhasena Sopaheluwakan mengatakan bahwa musim kemarau ini diprediksi akan berlangsung hingga September 2026.
BMKG mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap kemarau panjang dan melakukan beberapa hal untuk menghadapinya, seperti menyesuaikan jadwal tanam, memilih varietas tanaman yang tahan kekeringan, dan melakukan revitalisasi waduk.
Dalam beberapa waktu terakhir, BMKG juga melaporkan beberapa gempa bumi lainnya, termasuk gempa bumi dengan magnitudo 2,5 yang mengguncang Kuta Selatan, Bali, pada Minggu (19/7/2026) pukul 05.17 WIB.
BMKG terus memantau situasi gempa bumi dan kemarau di Indonesia dan mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan melakukan beberapa hal untuk menghadapi kemarau panjang.
