Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 05 Juli 2026 | Presiden Belarus Alexander Lukashenko menyatakan bahwa negaranya siap meningkatkan pasokan pupuk hingga memperluas kerja sama teknologi pertanian dengan Indonesia. Hal ini disampaikan usai pertemuan bilateral dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta.
Komitmen ini merupakan bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan kedua negara. Lukashenko menilai bahwa kerja sama di sektor tersebut semakin penting di tengah meningkatnya tantangan global, mulai dari konflik militer, persoalan energi, hingga gangguan jalur perdagangan internasional.
Belarus juga menawarkan kerja sama alat dan mesin pertanian untuk mendukung agenda industrialisasi Indonesia. Menurut Lukashenko, Belarus memiliki berbagai produk dan teknologi yang dapat melengkapi kebutuhan Indonesia sebagai salah satu negara dengan ekonomi terbesar di dunia.
Pertemuan antara Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Alexander Lukashenko juga membahas penguatan kemitraan strategis kedua negara. Keduanya meluncurkan Roadmap Penguatan Kerja Sama Indonesia-Belarus 2026-2030, sebuah dokumen yang diharapkan menjadi panduan hubungan bilateral lima tahun ke depan.
Di samping itu, penyanyi Bunga Citra Lestari (BCL) juga hadir dalam jamuan kenegaraan kunjungan Presiden Belarus dengan tampil anggun dan cantik berkebaya.
Kedua negara juga menyepakati tujuh kerja sama prioritas melalui nota kesepahaman (MoU) di sektor industri, kebudayaan, jasa keuangan, kesehatan, serta akreditasi nasional. Luasnya cakupan kerja sama ini menandai berkembangnya hubungan Indonesia-Belarus dari sekadar perdagangan menuju kemitraan strategis yang lebih luas.
Presiden Lukashenko menegaskan bahwa Belarus siap memberikan kontribusinya kepada Indonesia dalam persoalan ketahanan pangan. Ia menilai bahwa setiap negara perlu memperkuat kemampuan memenuhi kebutuhan pangannya sendiri agar tidak bergantung pada kondisi global yang kian tidak menentu.
Di akhir pertemuan, kedua negara sepakat untuk terus memperluas kemitraan yang mendukung agenda pembangunan nasional kedua negara. Ke depan, kerja sama akan difokuskan pada pengembangan industri, modernisasi pertanian, penguatan rantai pasok, serta kerja sama teknologi.
