Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 13 Juli 2026 | PT Bursa Efek Indonesia (BEI) telah menyesuaikan target pencatatan saham perdana atau Initial Public Offering (IPO) setiap tahun seiring dinamika kondisi pasar. Langkah ini diambil sebagai respons terhadap tantangan yang masih membayangi pasar keuangan sepanjang 2026.
Menurut Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik, kondisi pasar keuangan global yang masih dipenuhi ketidakpastian membuat sejumlah perusahaan menunda rencana melantai di bursa. Keputusan sebuah perusahaan untuk melakukan IPO sangat dipengaruhi oleh kondisi pasar agar aksi korporasi tersebut dapat berjalan optimal.
BEI memastikan target jangka panjang untuk memiliki lebih dari 1.100 perusahaan tercatat pada 2030 tetap tidak berubah. Target tersebut akan di-breakdown setiap tahun dan disesuaikan dengan kondisi pasar pada periode tersebut.
Selain itu, BEI juga terus mengkaji berbagai usulan insentif guna meningkatkan daya tarik pasar modal, baik bagi perusahaan yang ingin melantai di bursa maupun bagi investor. Kajian tersebut telah disampaikan kepada pemerintah, namun keputusan mengenai bentuk maupun waktu pemberian insentif sepenuhnya berada di tangan Kementerian Keuangan (Kemenkeu).
Salah satu usulan yang tengah dibahas adalah perluasan skema insentif bagi emiten berdasarkan tingkat partisipasi publik dalam kepemilikan saham. Saat ini, insentif hanya diberikan kepada perusahaan tercatat yang memiliki porsi saham publik (free float) di atas 40%.
Di sisi lain, BEI juga telah menegaskan bahwa pencatatan saham PT Rans Entertainmen Indonesia Tbk (RANS) telah memenuhi ketentuan bursa. Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik, menjelaskan bahwa BEI telah melakukan penilaian atas pemenuhan ketentuan dan kelayakan pencatatan saham RANS.
BEI juga tengah menjajaki kerja sama dengan Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) untuk memperluas basis perusahaan yang berpotensi mencatatkan saham perdana atau initial public offering (IPO) di pasar modal. Sektor ekonomi kreatif memiliki prospek yang menjanjikan karena mampu menciptakan nilai tambah (value added) yang tinggi.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) juga mulai menguat kembali di awal pekan ini. IHSG dibuka menguat ke level 5.934 pada perdagangan Senin, 13 Juli 2026 di Jakarta. Sebanyak 3 miliar lembar saham diperdagangkan dengan nilai transaksi mencapai Rp1,22 triliun pada awal sesi pembukaan.
PT Rans Entertainment Indonesia Tbk (RANS) memiliki sejumlah pemegang saham dari kalangan pengusaha, figur publik, hingga investor institusi. Nama pendiri RANS Raffi Ahmad menjadi pemegang saham terbesar, sementara sejumlah nama lain seperti Soultan Ariq Rachman, Dony Oskaria, hingga Kaesang Pangarep tercatat memiliki saham di perusahaan tersebut.
Daftar pemegang saham RANS juga mencakup PT Indonesia Entertainment Group (Grup Emtek) yang tercatat memiliki 7,23 persen saham RANS. Dengan demikian, RANS menjadi salah satu perusahaan yang memiliki pemegang saham yang beragam.
Dalam beberapa waktu terakhir, BEI terus berupaya untuk meningkatkan jumlah perusahaan yang tercatat di bursa. Dengan kerja sama dengan Kemenekraf dan pemerintah, BEI berharap dapat meningkatkan daya tarik pasar modal dan memperluas basis perusahaan yang berpotensi mencatatkan saham perdana.
Kesimpulan, BEI telah menyesuaikan target IPO dan terus berupaya untuk meningkatkan daya tarik pasar modal. Dengan kerja sama dengan Kemenekraf dan pemerintah, BEI berharap dapat meningkatkan jumlah perusahaan yang tercatat di bursa dan memperluas basis perusahaan yang berpotensi mencatatkan saham perdana.
