Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 30 Juli 2026 | Pemerintah melalui Badan Pangan Nasional (Bapanas) mengajukan usulan dana sebesar Rp 17,52 triliun untuk program bantuan pangan beras. Anggaran ini ditargetkan menyasar 33,2 juta keluarga penerima manfaat (KPM) untuk periode tiga bulan mendatang.
Penyaluran bantuan pangan tahap kedua ini mencakup alokasi bulan Juli, Agustus, dan September 2026. Setiap keluarga penerima manfaat bakal mendapatkan alokasi 10 kilogram (kg) per bulan, sehingga total yang diterima langsung sebanyak 30 kg untuk tiga bulan sekaligus.
Sementara itu, harga beras kualitas bawah I naik Rp 500 di Rp 15.250 per kg, dan harga beras kualitas bawah II juga naik Rp 500 di Rp 15.100 per kg. Namun, penurunan harga justru juga terjadi pada beras kualitas super I yang turun Rp 300 di Rp 17.350 per kg.
Perum Bulog juga mengusulkan pengembangan beras premium yang diperkaya vitamin (fortifikasi) khusus untuk mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Tujuan pemberian vitamin tambahan pada beras khusus MBG adalah agar beras tersebut bisa membantu nutrisi penerima MBG, yaitu anak-anak dan ibu hamil.
Di sisi lain, Bapanas memastikan pasokan beras sebanyak 997,2 ribu ton untuk bantuan pangan tahap kedua sudah siap disalurkan mulai Agustus secara sekaligus (one shoot). Program prorakyat bantuan pangan yang merupakan salah satu direktif Presiden Prabowo Subianto direncanakan mulai salur secara ‘one shoot’ atau secara sekaligus pada Agustus mendatang.
Pengamat pangan Elvira Syamsir menjelaskan bahwa kemunculan kutu pada beras yang disimpan di wadah tertutup rapat tidak selalu disebabkan oleh kutu yang masuk dari luar. Dalam banyak kasus, telur kutu sudah berada di dalam butir beras sejak sebelum beras sampai ke tangan konsumen sehingga baru menetas setelah beberapa waktu penyimpanan.
Bank Indonesia (BI) melalui Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional melaporkan, harga bawang merah ukuran sedang turun Rp 2.150 menjadi Rp 40.450, diikuti harga bawang putih ukuran sedang yang juga turun Rp 450 menjadi Rp 42.750 per kg.
Selanjutnya, harga telur ayam ras turun Rp 800 menjadi Rp 28.800 per kg, diikuti harga daging ayam segar yang juga turun Rp 450 menjadi Rp 38.300 per kg. Selanjutnya, harga cabai merah besar naik Rp 500 di Rp 48.050 per kg, dan harga cabai merah keriting turun Rp 1.100 ke Rp 44.950 per kg.
Kesimpulan dari berbagai informasi tersebut adalah bahwa pemerintah berupaya untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat, terutama bagi 33,2 juta keluarga penerima manfaat. Selain itu, perlu diwaspadai bahwa harga beras dan komoditas lain dapat berfluktuasi, sehingga perlu dilakukan pengawasan dan pengelolaan yang efektif untuk menjaga stabilitas harga.
