AP x Swatch Royal Pop Collection: Kolaborasi yang Membuat Heboh Dunia Horologi

Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 17 Mei 2026 | Kolaborasi antara Audemars Piguet dan Swatch dalam membuat Royal Pop Collection telah menjadi perbincangan hangat di kalangan pecinta horologi. Peluncuran jam tangan saku ini telah menarik perhatian banyak orang, bahkan membuat antrean panjang di beberapa gerai Swatch di seluruh dunia.

Royal Pop Collection hadir dengan delapan varian warna yang berbeda, terbagi dalam dua tata letak desain, yaitu gaya Lépine dan Savonnette. Keduanya dibanderol dengan harga yang sedikit berbeda, menyesuaikan dengan kelengkapan fitur yang ditawarkan pada piringan jam.

Baca juga:

Gaya Lépine mendominasi koleksi ini dengan menghadirkan enam varian warna memukau, yaitu Green Eight yang serba hijau, Blaue Acht dengan sentuhan hijau limau, dan Ocho Negro yang elegan dalam balutan hitam. Selain itu, ada juga Huit Blanc yang bersih bernuansa putih, Orenji Hachi yang memadukan biru dongker dan oranye, serta Otto Rosso yang tampil manis dengan warna merah muda.

Deretan jam saku bergaya Lépine ini dijual seharga 400 dolar AS atau sekitar Rp 7 jutaan. Meskipun ada kemungkinan harganya lebih tinggi ketika dijual di toko-toko Swatch di Indonesia.

Spesifikasi teknisnya, jam ini ditenagai oleh mesin andalan SISTEM51. Bagian depan dilindungi oleh kaca safir yang memberikan ketahanan gores tingkat tinggi, serta lapisan anti-pantul. Mengambil inspirasi dari koleksi Royal Oak ikonis milik Audemars Piguet, jam saku ini dibekali bingkai cincin segi delapan dan mahkota dari material inovatif bernama Bioceramic.

Terdapat pula delapan sekrup heksagonal khas yang menempel kuat pada cangkang jam. Piringan jamnya menampilkan efek tapiseri yang elegan, berpadu dengan jarum dan penanda waktu berlapis Super-LumiNova tingkat A yang memancarkan pendaran biru dalam gelap.

Secara dimensi, jam bergaya Lépine ini memiliki ukuran yang pas untuk digenggam atau dikalungkan, yakni diameter 40 milimeter dengan ketebalan 8,4 milimeter. Jam ini juga dilengkapi cangkang belakang dari kaca safir transparan berpola cetak Pop Art, serta tali kalung berbahan kulit anak sapi dengan jahitan warna kontras, yang dapat dilepas pasang sesuai selera berkat sambungan Bioceramic.

Kolaborasi antara Audemars Piguet dan Swatch ini cukup unik karena melahirkan siluet jam yang cukup berbeda, yaitu pocket watch. Jam saku ini terinspirasi dari siluet jam saku ikonis Audemars Piguet, Royal Oak, dan warna-warna playful dari jam tangan Swatch POP pada era ‘80-an.

Royal Pop hadir dalam delapan warna dan dua jenis konfigurasi, yaitu Lepine dengan crown yang terletak di arah jam 12 serta Savonnette dengan crown yang terletak di arah jam 3. Di Indonesia, jam ini dijual dengan rentang harga Rp 7–8 juta.

Antusiasme para kolektor dan pencinta jam tangan sangat tinggi terhadap produk kolaborasi dua brand Swiss ini. Sebab, jam saku ini dikabarkan habis terjual hanya dalam satu jam pertama. Calon pembeli pun memadati kedua mal di hari pertama.

Namun, menurut pantauan, Grand Indonesia tampak sepi dari antrean pembeli di hari kedua. Cuma ada beberapa orang yang mengantre sedari pagi. Ketika memasuki gerai pun, hanya segelintir pengunjung yang menanyakan ketersediaan stok.

Staf di Swatch Grand Indonesia mengatakan bahwa ternyata stok jam saku ini masih kosong di hari kedua. Pun dengan di gerai Pacific Place dan berbagai negara lainnya. Meski begitu, dia mengatakan, jam Royal Pop akan kembali dijual dan masyarakat akan bisa membelinya.

Kesimpulan, kolaborasi antara Audemars Piguet dan Swatch dalam membuat Royal Pop Collection telah menjadi perbincangan hangat di kalangan pecinta horologi. Dengan delapan varian warna yang berbeda dan dua tata letak desain, jam saku ini menawarkan sesuatu yang unik dan menarik. Meskipun antrean panjang dan stok yang kosong, jam Royal Pop tetap menjadi incaran para kolektor dan pencinta jam tangan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *