Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 30 April 2026 | Setelah dua dekade sejak penampilan ikoniknya sebagai Andy Sachs, Anne Hathaway kembali menggebrak layar lebar lewat sekuel legendaris The Devil Wears Prada 2 yang mulai ditayangkan pada 29 April 2026. Kembalinya aktris peraih Oscar ini tidak hanya menandai fase baru dalam kariernya, tetapi juga mengungkap sisi pribadi yang jarang terpapar publik.
Jejak Awal dan Pengaruh Keluarga
Anne Hathaway lahir pada 12 November 1982 di Brooklyn, New York, dari pasangan Kate McCauley Hathaway, mantan aktris dan produser teater, serta Gerald Jerry Hathaway. Sejak usia delapan tahun, ia menyaksikan ibunya tampil sebagai Fantine dalam tur nasional Les Misérables, sebuah pengalaman yang menumbuhkan kecintaan pada seni peran. Orangtuanya sengaja menahan langkahnya ke dunia hiburan, memberikan masa kecil yang normal dan jauh dari sorotan industri, sehingga membentuk mental yang tangguh.
Anne tumbuh bersama dua saudara laki-laki: Michael, penulis yang pernah menjadi asisten pribadinya pada awal karier, dan Thomas, yang meniti jalur perizinan. Keluarga Hathaway dikenal erat, saling mendukung, dan menjadi fondasi utama bagi keputusan-keputusan penting dalam hidup Anne.
Kehidupan Pribadi: Pernikahan dan Pola Asuh
Pada 2012, Hathaway menikah dengan Adam Shulman, seorang aktor dan produser yang pernah berkolaborasi dalam Song One. Pasangan ini menjaga privasi rumah tangga dengan ketat, meski sering disebut dalam wawancara sebagai “soulmate”. Bersama Adam, Anne dikaruniai dua putra: Jonathan Rosebanks (lahir 24 Maret 2016) dan Jack (lahir November 2019). Nama tengah Jonathan dipilih untuk menghormati nenek pihak ibunya.
Sebagai ibu, Hathaway menerapkan pola asuh sadar, bahkan berhenti mengonsumsi alkohol demi menjadi contoh yang baik. Ia menegaskan tidak ada tekanan bagi anaknya untuk terjun ke dunia akting, mencerminkan keputusan orangtuanya yang memberikan kebebasan pada masa kecilnya.
The Devil Wears Prada 2: Plot dan Kebaruan
Film ini melanjutkan kisah Andy Sachs 20 tahun setelah ia meninggalkan majalah mode Runway. Kini Andy berkarier sebagai jurnalis investigasi yang sukses, namun tiba-tiba kehilangan pekerjaan ketika media tempatnya bekerja bangkrut. Runway, yang telah bertransformasi menjadi platform digital, menghadapi krisis keuangan, skandal tenaga kerja, dan tekanan pengiklan. Miranda Priestly (Meryl Streep) kembali memimpin, sementara Nigel Kipling dan Emily Charlton (Emily Blunt) turut berperan.
Andy dipanggil kembali sebagai Editor Departemen Feature dengan misi menyelamatkan reputasi Runway. Konflik antara tradisi cetak dan era digital menjadi benang merah film, menampilkan dinamika profesional dan pribadi yang lebih matang dibandingkan film pertama.
Fashion yang Memukau: 47 Perubahan Kostum
Desainer kostum Molly Rogers menyiapkan 47 penampilan berbeda untuk Andy, menampilkan gaya “feminine menswear” yang memadukan elemen androgini Annie Hall dengan elegansi Kathrine Hepburn. Setiap kostum dirancang untuk mencerminkan evolusi karakter: dari penampilan awam hingga keanggunan tinggi mode kontemporer. Penonton dapat menyaksikan perpaduan high‑street dan haute‑couture yang menegaskan kembali peran fashion sebagai karakter utama dalam film.
Kontroversi Model dan Pernyataan Hathaway
Saat proses syuting, muncul rumor bahwa model‑model kurus digantikan oleh model plus‑size, menimbulkan spekulasi pemecatan. Hathaway meluruskan isu tersebut dalam wawancara dengan Variety, menjelaskan bahwa ia hanya mengusulkan peningkatan keragaman ukuran tubuh demi representasi yang lebih inklusif. Ia menegaskan tidak ada pemecatan; sebaliknya, penambahan model berukuran berbeda justru membuka lapangan kerja baru.
Tim Produksi dan Kesinambungan
David Frankel kembali menyutradarai, sementara Aline Brosh McKenna menulis skenario berdasarkan novel Lauren Weisberger. Tim kreatif film pertama turut berkontribusi, memastikan nuansa dan humor yang khas tetap terjaga. Kehadiran kembali Meryl Streep, Emily Blunt, dan Stanley Tucci menambah kedalaman karakter yang sudah dikenal penonton.
Keberhasilan The Devil Wears Prada 2 tidak sekadar menghidupkan kembali nostalgia, melainkan memperkenalkan perspektif baru tentang mode, media, dan keseimbangan antara karier serta kehidupan pribadi. Anne Hathaway, dengan dukungan keluarga yang kuat, membuktikan bahwa ia mampu bertransformasi menjadi aktris yang lebih dewasa dan berpengaruh, sekaligus menjadi figur publik yang peduli pada isu inklusivitas.
Dengan kombinasi kisah keluarga, evolusi fashion, dan tantangan industri, film ini menjadi tonggak penting dalam perjalanan karier Hathaway serta simbol perubahan dalam dunia hiburan modern.
