Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 08 Mei 2026 | Andi Gani Nena Wea, Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), baru-baru ini mengaku pernah menolak tawaran posisi menteri dari Presiden Prabowo Subianto. Pernyataan tersebut disampaikan Andi Gani dalam merespons berbagai tudingan miring pasca peringatan May Day 2026 lalu.
Menurut Andi Gani, dirinya pernah diminta untuk mengisi kursi pimpinan Dewan Kesejahteraan Buruh Nasional (DKBN), yang merupakan nomenklatur baru setingkat menteri. Namun, Andi Gani menolak tawaran tersebut dan memilih untuk tetap bergerak di luar sebagai pimpinan buruh.
Andi Gani juga menyoroti adanya upaya sistematis untuk mendiskreditkan buruh melalui isu pembagian sembako dan narasi yang jauh dari substansi perjuangan. Ia menegaskan bahwa kehadiran ratusan ribu buruh di Monas pada peringatan May Day kemarin dilakukan dengan damai dan bermartabat.
Andi Gani menyayangkan munculnya berbagai narasi dan framing negatif yang menyerang gerakan buruh. Ia menilai bahwa tindakan tersebut merupakan bentuk pelecehan terhadap gerakan buruh. Pihaknya menegaskan akan mengambil tindakan serius terhadap pihak-pihak yang menghina perjuangan buruh.
Peringatan May Day 2026 merupakan pencapaian besar karena aspirasi buruh diterima langsung oleh Presiden. Hal tersebut merupakan praktik demokrasi yang jarang terjadi di negara lain. Andi Gani mengapresiasi masyarakat luas dan sejumlah influencer yang justru membela gerakan buruh di media sosial dan membantu meluruskan narasi negatif yang beredar.
Dalam kesimpulan, Andi Gani Nena Wea merupakan pemimpin buruh yang memiliki komitmen kuat untuk memperjuangkan hak-hak buruh. Ia menolak tawaran posisi menteri dan memilih untuk tetap bergerak di luar sebagai pimpinan buruh. Andi Gani juga menyoroti adanya upaya sistematis untuk mendiskreditkan buruh dan menegaskan akan mengambil tindakan serius terhadap pihak-pihak yang menghina perjuangan buruh.
