Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 05 Mei 2026 | Jumat malam, 4 Mei 2026, ribuan pendukung Inter Milan membanjiri Piazza Duomo, pusat kota Milan, untuk merayakan pencapaian bersejarah klub: Scudetto ke-21. Sorak sorai, kembang api, serta gelombang lampu sorot mengisi langit kota, menandai momen emosional yang sudah lama dinantikan sejak kegagalan di final Liga Champions musim lalu.
Suasana semakin meriah ketika kapten tim, Marcus Thuram, menirukan pose ikonik Kobe Bryant sebagai penghormatan kepada legenda basket Amerika. Gestur tersebut cepat viral di media sosial, memperlihatkan semangat juang dan kebersamaan yang kini menjadi identitas baru Inter Milan.
Di balik sorakan massa, pencapaian statistik tim menunjukkan dominasi total di Serie A 2025/2026. Di bawah asuhan pelatih baru, Cristian Chivu, Inter menutup musim dengan 82 gol, mencetak 151 poin, dan memenangkan 26 pertandingan dari 35 pekan. Statistik ini menempatkan Inter sebagai tim paling produktif dalam 75 tahun terakhir, sekaligus menorehkan rekor gol terbanyak dalam satu musim liga.
| Statistik | Nilai |
|---|---|
| Poin | 151 |
| Gol | 82 |
| Menang | 26 |
| Assist terbanyak | Federico Dimarco (12) |
Keberhasilan ini tidak lepas dari peran taktis Chivu yang berhasil mengubah mentalitas tim setelah kekalahan pahit di final Champions League 2025. Mengingat pengalamannya dulu melatih akademi Inter serta singkatnya masa kepelatihan di Parma, Chivu mengimplementasikan sistem permainan yang fleksibel, memberikan kebebasan kepada gelandang Piotr Zielinski untuk mengatur tempo serta mengoptimalkan peran serang Lautaro Martínez yang kembali fit setelah cedera.
Statistik individu pemain juga mencerminkan peningkatan kualitas. Lautaro Martínez mencetak 21 gol dan memberikan 7 assist, sementara Dimarco menjadi mesin kreatif dengan 12 assist, memecahkan rekor assist klub dalam satu musim. Selain itu, Marcus Thuram tidak hanya mencuri perhatian lewat tribute Kobe Bryant, tetapi juga menambah 15 gol dan 5 assist, memperkuat lini serang Inter.
Perayaan di Piazza Duomo juga menjadi panggung bagi para suporter untuk mengekspresikan rasa terima kasih mereka kepada manajemen klub. Sejumlah spanduk menampilkan slogan “Berlari Bersama Inter” dan “Scudetto ke-21, Kebanggaan Kota Milan”. Kemeriahan ini mengingatkan pada perayaan pertama Inter mengamankan gelar secara matematis di kandang sendiri pada tahun 1989, menandakan era baru bagi klub biru hitam.
Selain sorak sorai, pihak keamanan kota Milan bekerja sama dengan kepolisian setempat memastikan keamanan publik. Ribuan petugas dikerahkan untuk mengatur alur lalu lintas, menjaga agar perayaan tidak mengganggu aktivitas harian warga kota.
Di sela-sela kegembiraan, analis sepak bola menyoroti pentingnya peran Chivu sebagai pelatih. Menurut catatan, Chivu menjadi pelatih kelima yang meraih Scudetto pada musim pertamanya bersama Inter, menyusul jejak legendaris seperti José Mourinho. Pendekatan taktisnya yang menekankan pressing tinggi, transisi cepat, serta rotasi pemain memberi Inter keunggulan kompetitif yang konsisten hingga akhir musim.
Keberhasilan Inter tidak hanya terbatas pada Serie A. Di kompetisi domestik lainnya, klub menjuarai Coppa Italia dan menembus semifinal Liga Champions, menegaskan bahwa Scudetto ke-21 hanyalah puncak dari paket kemenangan yang lebih luas.
Dengan pencapaian ini, Inter Milan menegaskan posisinya sebagai raksasa sepak bola Italia yang kembali berkuasa. Para pendukung, pemain, dan manajemen kini menatap masa depan dengan optimisme, berharap dapat memperpanjang dominasi dan menambah koleksi trofi dalam dekade mendatang.
Secara keseluruhan, perayaan Scudetto ke-21 Inter Milan di Piazza Duomo tidak sekadar sebuah pesta, melainkan simbol kebangkitan, persatuan, dan tekad untuk terus bersaing di level tertinggi sepak bola dunia.
