Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 05 Mei 2026 | San Antonio Spurs mengalami kekalahan tipis 104-102 di Game 1 babak semifinal Wilayah Barat melawan Minnesota Timberwolves pada Senin malam, sekaligus menjadi saksi momen bersejarah bagi bintang muda mereka, Victor Wembanyama. Superstar setinggi 2,31 meter itu berhasil mencatatkan 12 blok dalam satu pertandingan playoff, sebuah rekor yang belum pernah terjadi sejak tahun 2001.
Keputusan kontroversial pelatih Spurs, Mitch Johnson, untuk tidak meminta timeout pada serangan terakhir menjadi sorotan utama setelah julian Champagnie melewatkan tembakan tiga angka yang berpotensi mengunci kemenangan. Johnson beralasan bahwa tim masih memiliki cukup waktu dan pemain berada dalam ritme yang baik, namun keputusan itu akhirnya berujung pada kegagalan Spurs mengamankan keunggulan di kandang.
Berikut rangkuman statistik utama dari pertandingan tersebut:
- Victor Wembanyama: 11 poin, 15 rebound, 12 blok (rekor blok playoff).
- Julian Champagnie: 17 poin, 4 rebound, tembakan tiga angka yang meleset pada akhir pertandingan.
- Stephon Castle: 17 poin, 3 rebound.
- Anthony Edwards (Timberwolves): 18 poin dalam debut kembali setelah cedera lutut.
- Julius Randle: 21 poin, 10 rebound.
Timberwolves memanfaatkan kembali kehadiran Edwards, yang sebelumnya diperkirakan absen karena cedera lutut hiper-extend. Penampilan Edwards yang solid membantu Minnesota menahan tekanan Spurs pada kuarter keempat, dimana kedua tim bersaing ketat dalam pertarungan defensif yang intens.
Blok-blok spektakuler Wembanyama menjadi sorotan utama. Ia berhasil menolak 12 tembakan lawan, mengulang prestasi yang sebelumnya hanya dicapai oleh pemain seperti Dikembe Mutombo pada awal 2000-an. Meskipun dominasi defensifnya, Wembanyama masih mengalami kesulitan dalam menembak, mencatatkan hanya 5 tembakan masuk dari 17 percobaan.
Di sisi lain, keputusan taktis Johnson untuk tidak memanggil timeout pada detik-detik terakhir menimbulkan perdebatan di antara analis dan penggemar. “Saya rasa mereka belum terorganisir dan masih ada cukup waktu untuk mengeksekusi serangan,” kata Johnson dalam konferensi pers pasca pertandingan. “Julian sudah dalam ritme tembakan tiga angka, jadi saya tidak melihat masalah dengan keputusan itu.”
Tim Spurs kini harus cepat bangkit dan menyesuaikan strategi menjelang Game 2. Jika mereka ingin memanfaatkan keunggulan rumah, perlu mengoptimalkan peran Wembanyama tidak hanya di pertahanan, tetapi juga meningkatkan efisiensi serangan di kuarter-empat.
Secara keseluruhan, pertandingan ini menampilkan kombinasi aksi defensif luar biasa, keputusan taktik yang dipertanyakan, dan penampilan kembali pemain kunci Timberwolves. Kedua tim kini berada di posisi yang sama, dengan satu kemenangan masing-masing, menyiapkan seri yang semakin menarik di babak berikutnya.
