Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 10 April 2026 | Washington, 10 April 2026 – Ketua Federal Reserve Jerome Powell bersama Sekretaris Keuangan Amerika Serikat Scott Bessent menggelar pertemuan darurat dengan para CEO bank terbesar di negara itu setelah munculnya kecemasan tentang model kecerdasan buatan (AI) terbaru dari perusahaan Anthropic, yang dinamakan Mythos. Pertemuan yang diadakan di gedung Departemen Keuangan menyoroti potensi ancaman siber yang dapat ditimbulkan oleh kemampuan ofensif Mythos dalam menemukan dan mengeksploitasi kerentanan pada sistem operasi, peramban web, serta infrastruktur kritis.
Model Mythos diluncurkan pada awal pekan ini, namun Anthropic segera menahan rilis luasnya karena khawatir teknologi tersebut dapat membuka celah keamanan yang belum pernah terdeteksi sebelumnya. Perusahaan mengklaim bahwa Mythos mampu mensimulasikan teknik peretasan, memetakan kelemahan pada setiap sistem operasi utama, serta menghasilkan exploit secara otomatis. Untuk mengendalikan dampaknya, akses ke model ini dibatasi hanya untuk sekitar empat puluh perusahaan teknologi terpilih, termasuk Microsoft dan Google.
Pertemuan yang dihadiri oleh para pemimpin bank seperti CEO Citigroup, Morgan Stanley, Bank of America, Wells Fargo, dan Goldman Sachs menekankan pentingnya kesiapan pertahanan siber di sektor keuangan. JPMorgan Chase tidak dapat hadir karena kesibukan CEO Jamie Dimon. Selama sesi, Powell menekankan bahwa lembaga keuangan harus segera memperkuat kontrol keamanan, melakukan audit kode sumber, dan meningkatkan pemantauan jaringan guna mengantisipasi potensi serangan yang dipicu oleh model AI canggih.
- Karakteristik Mythos: Model generatif yang dapat mensimulasikan teknik peretasan, memetakan kerentanan sistem, dan menghasilkan exploit secara otomatis.
- Risiko bagi institusi keuangan: Potensi pencurian data nasabah, manipulasi transaksi, serta gangguan layanan perbankan yang dapat mengakibatkan kerugian finansial dan reputasi.
- Langkah mitigasi yang disarankan: Implementasi enkripsi end-to-end, segmentasi jaringan, pemantauan perilaku AI, serta kolaborasi dengan regulator untuk standar keamanan AI.
Selain peringatan tentang Mythos, pertemuan tersebut juga menyoroti dinamika politik internal Federal Reserve. Pada minggu yang sama, Gedung Putih mengungkapkan keyakinannya bahwa mantan anggota Fed Kevin Warsh akan menggantikan Powell sebagai Ketua pada bulan Mei. Powell menegaskan bahwa ia tidak akan mengundurkan diri sampai penyelidikan kriminal yang dipimpin Jaksa Amerika Serikat Jeanine Pirro selesai. Penyelidikan tersebut terkait dugaan pelanggaran etika dan potensi penyalahgunaan wewenang selama masa jabatannya.
Dalam pernyataannya, Powell menekankan komitmen untuk menjaga stabilitas sistem keuangan AS, khususnya di tengah gelombang inovasi AI yang cepat. “Kita tidak dapat mengabaikan ancaman yang datang dari teknologi yang belum sepenuhnya dipahami,” ujarnya. “Bank harus berperan aktif dalam memperkuat pertahanan siber, karena kegagalan satu institusi dapat menimbulkan efek domino di seluruh pasar.”
Para analis menilai bahwa pertemuan ini menandakan perubahan paradigma dalam regulasi keuangan, di mana otoritas tidak lagi hanya fokus pada risiko tradisional seperti likuiditas dan kredit, melainkan juga pada ancaman digital yang bersifat transnasional. Data yang dirilis oleh Bloomberg menunjukkan bahwa lebih dari 70% bank besar AS telah mengalokasikan anggaran keamanan siber di atas lima persen dari total anggaran TI mereka. Namun, kekhawatiran tetap ada bahwa kecepatan evolusi AI dapat melampaui kemampuan pertahanan yang ada.
Anthropic sendiri menegaskan komitmen untuk bekerja sama dengan regulator dalam mengembangkan kerangka kerja etis bagi penggunaan model ofensif seperti Mythos. Meski begitu, sejumlah pakar independen memperingatkan bahwa pembatasan akses yang sempit tidak cukup untuk mencegah kebocoran atau penyalahgunaan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.
Secara keseluruhan, pertemuan darurat yang dipimpin Powell dan Bessent menandai titik penting dalam upaya pemerintah Amerika Serikat melindungi infrastruktur keuangan dari ancaman AI canggih. Di tengah tekanan politik terkait kepemimpinan Federal Reserve dan penyelidikan yang masih berlangsung, Powell berada di persimpangan antara menjaga stabilitas moneter dan menavigasi tantangan keamanan siber yang semakin kompleks. Keputusan dan kebijakan yang diambil dalam minggu-minggu mendatang akan menentukan sejauh mana sektor perbankan AS dapat mengatasi risiko yang ditimbulkan oleh model AI ofensif dan memastikan kepercayaan publik tetap terjaga.
