Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 05 Mei 2026 | Strategi Ganda Putri Korea yang dipertajam oleh tim bulu tangkis Korea Selatan menjadi sorotan utama pada final Uber Cup 2026. Pada Minggu, 3 Mei 2026, turnamen beregu putri dunia yang diselenggarakan di Horsens, Denmark, menyaksikan kejutan besar ketika Korea menumbangkan raksasa China dengan skor 3-1. Kemenangan ini menandai gelar ketiga Korea di ajang Uber Cup, setelah sebelumnya meraih trofi pada 2010 dan 2022.
Partai pertama dimenangkan secara meyakinkan oleh An Se‑young. Dengan serangan agresifnya, An menundukkan Wang Zhi‑yi dari China dengan skor 21‑10, 21‑13. Kemenangan cepat ini memberikan Korea keunggulan awal dan menegaskan kualitas serangan tunggal putri yang telah terbukti di kompetisi internasional sebelumnya.
Berlanjut ke pertandingan ganda pertama, pasangan Jeong Na‑eun dan Lee So‑hee berhadapan dengan duo peringkat satu dunia, Liu Sheng‑shu dan Tan Ning. Meskipun menunjukkan semangat juang, pasangan Korea harus menerima kekalahan 15‑21, 12‑21, sehingga skor menjadi imbang 1‑1. Kekalahan ini sempat menambah tekanan, namun tidak mengurangi kepercayaan tim untuk mengimplementasikan taktik rotasi pemain.
Partai ketiga menjadi titik balik. Kim Ga‑eun bertemu dengan Chen Yu‑fei, pemain peringkat empat dunia yang selama ini memegang keunggulan head‑to‑head 8‑1 atas Korea. Pada set pertama, Kim tertinggal 8‑15, namun berhasil membalikkan keadaan dengan serangkaian poin beruntun, menutup set dengan 21‑19. Pada set kedua, setelah pertukaran poin hingga 15‑15, Kim kembali menguasai tempo dan menutup pertandingan 21‑15. Penampilan ini tidak hanya menambah poin bagi tim Korea, tetapi juga menunjukkan mentalitas tangguh dalam situasi kritis.
Partai penentu berada di tangan pasangan ganda putri Baek Ha‑na dan Kim Hye‑jeong. Mereka menghadapi Jia Yi‑fan dan Zhang Shu‑xian dari China. Setelah kehilangan set pertama 16‑21, duo Korea melakukan penyesuaian taktik: perubahan posisi servis dan serangan net yang lebih tajam. Hasilnya, set kedua dimenangkan dengan skor telak 21‑10, dan set penentuan diakhiri 21‑13. Dengan kemenangan ini, Korea menutup skor akhir 3‑1 dan mengukir sejarah baru dalam turnamen Uber Cup.
Setelah pertandingan, komentator resmi BWF mengaku sempat meramalkan kekalahan Korea mengingat dominasi historis China di sektor ganda. Namun, mereka menyoroti bahwa kombinasi taktik rotasi pemain, pemilihan pasangan ganda yang fleksibel, serta kesiapan fisik yang terukur menjadi faktor utama yang mengubah prediksi. “Strategi kami memang mengandalkan kecepatan dan koordinasi, dan hasilnya membuktikan bahwa kombinasi ganda putri dapat menyeimbangkan permainan tim,” ujar salah satu komentator.
Berikut rangkuman skor akhir final Uber Cup 2026:
| Partai | Pemain/Kombinasi | Skor |
|---|---|---|
| 1 | An Se‑young vs Wang Zhi‑yi | 21‑10, 21‑13 |
| 2 | Jeong Na‑eun / Lee So‑hee vs Liu Sheng‑shu / Tan Ning | 15‑21, 12‑21 |
| 3 | Kim Ga‑eun vs Chen Yu‑fei | 21‑19, 21‑15 |
| 4 | Baek Ha‑na / Kim Hye‑jeong vs Jia Yi‑fan / Zhang Shu‑xian | 16‑21, 21‑10, 21‑13 |
Kemenangan ini menandai era baru bagi bulu tangkis Korea Selatan. Kedalaman skuad dan kemampuan menyesuaikan taktik pada level tertinggi kini menjadi contoh bagi tim lain. Sementara China, meski kehilangan gelar, tetap menjadi kekuatan utama yang harus dihadapi pada turnamen berikutnya. Keberhasilan strategi ganda putri Korea tidak hanya memperkuat posisi mereka di papan peringkat, tetapi juga menegaskan pentingnya perencanaan taktik tim, keberanian mental, dan dukungan teknis dari pelatih.
Secara keseluruhan, Uber Cup 2026 tidak hanya menyajikan aksi spektakuler di lapangan, tetapi juga menggarisbawahi peran krusial rotasi pemain dan kolaborasi ganda dalam meraih kemenangan. Dengan strategi yang matang, Korea Selatan telah menorehkan catatan sejarah sebagai tim yang mampu menantang dominasi tradisional dan membuka jalan bagi inovasi taktik dalam bulu tangkis internasional.
