Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 10 April 2026 | Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan Jumat, 10 April 2026, pada level 7.455, mencatat kenaikan 2,02% dibandingkan sesi sebelumnya. Meskipun pembukaan menguat lebih dari 0,5% di angka 7.346, indeks sempat mengalami tekanan sebelum kembali naik, mencerminkan dinamika pasar yang dipengaruhi oleh faktor geopolitik dan sentimen makroekonomi.
Analisis teknikal yang disampaikan oleh MNC Sekuritas menegaskan bahwa IHSG masih berada di zona rawan koreksi. Menurut model gelombang Elliott, indeks berada pada wave (v) dari wave [c] dalam wave A, sehingga potensi penurunan ke area 6.745‑6.849 tidak dapat diabaikan. Skenario paling optimis memperkirakan bahwa bila koreksi selesai, IHSG dapat melanjutkan penguatan menuju zona 7.497‑7.677. Support jangka pendek terletak di level 7.020 dan 6.917, sedangkan resistance berada pada rentang 7.323‑7.440.
Dari sisi fundamental, sentimen pasar masih dipengaruhi oleh data makroglobal. World Bank menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia menjadi 4,7%, sementara data inflasi Amerika Serikat yang akan dirilis besok diperkirakan dapat memicu penyesuaian kebijakan suku bunga global. Di pasar reguler tercatat net foreign sell sebesar Rp1,77 triliun, menambah tekanan jual pada indeks.
Terlepas dari tekanan tersebut, likuiditas pasar tetap tinggi. Volume transaksi mencapai 22,57 miliar lembar saham dengan nilai transaksi Rp9,46 triliun. Sebanyak 470 saham mencatat kenaikan, 177 saham menurun, dan 168 saham bergerak datar. Sebagian besar sektor berada dalam zona hijau, dengan IDX Cyclicals memimpin kenaikan sebesar 4,18%, diikuti IDX Finance naik 3,09% dan IDX Industry meningkat 2,41%.
Berbagai emiten menunjukkan pergerakan yang signifikan. Saham PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) melesat hampir 13% ke Rp5.875, PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) naik 8,17% ke Rp8.600, dan grup Barito melalui PT Barito Pacific Tbk (BRPT) menguat 5,39% ke Rp1.955. Di sisi lain, saham PT MD Pictures Tbk (FILM) turun 1,94% dan PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) melemah 1,92%.
Rekomendasi saham dari analis menjadi sorotan utama pada sesi ini, terutama untuk tiga emiten: BUMI, EXCL, MINA, dan RAJA. Berikut rangkuman rekomendasi:
- BUMI: Harga turun 3,17% ke Rp244. Saham berada pada wave C dari wave (B) dengan peluang “Buy on Weakness” di kisaran Rp224‑Rp236. Target harga ditetapkan pada Rp266‑Rp280, dengan stop‑loss di bawah Rp216.
- EXCL: Koreksi 0,96% ke Rp3.090, berada pada wave (C) dari wave [B]. Strategi beli pada level Rp2.980‑Rp3.060, target Rp3.270‑Rp3.390, stop‑loss di bawah Rp2.830.
- MINA: Saham turun 2,08% ke Rp282, terletak pada wave [iii] dari wave C. Analisis “Speculative Buy” pada rentang Rp260‑Rp274, target Rp310‑Rp340, stop‑loss di bawah Rp250.
- RAJA: Koreksi ringan 0,24% ke Rp4.240, masih didominasi volume pembelian dan berada di atas moving average 200 hari. Analisis menempatkannya pada wave [iii] dari wave C. Rekomendasi “Buy on Weakness” di level Rp3.960‑Rp4.190, target Rp4.760‑Rp5.200, stop‑loss di bawah Rp3.880.
Penurunan pada saham BUMI dan MINA menunjukkan bahwa peluang beli pada level support masih terbuka, sementara RAJA memperlihatkan kekuatan relatif di tengah pasar yang fluktuatif. Investor disarankan untuk menerapkan manajemen risiko yang ketat, terutama dengan menempatkan stop‑loss di level yang telah ditentukan.
Secara keseluruhan, perdagangan IHSG pada Jumat 10 April 2026 menampilkan dualitas antara potensi koreksi teknikal dan dorongan bullish dari sektor-sektor utama serta rekomendasi saham yang menarik. Meskipun faktor geopolitik dan sentimen makro masih menjadi penghambat, likuiditas tinggi dan dukungan dari emiten unggulan memberikan ruang bagi indeks untuk melanjutkan tren naik dalam jangka menengah. Investor perlu terus memantau data ekonomi global, aksi net foreign sell, dan pergerakan teknikal IHSG untuk menyesuaikan strategi alokasi portofolio secara dinamis.
