Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 03 Mei 2026 | Musim 2025/2026 Super League semakin memanas di zona degradasi. PSBS Biak resmi terdegradasi ke Pegadaian Championship setelah menelan kekalahan telak 4-0 dari Persebaya Surabaya pada pekan ke-31. Hasil itu menegaskan posisi klub Badai Pasifik di dasar klasemen dengan hanya 18 poin, jauh di bawah ambang aman yang ditempati Madura United dengan 29 poin.
Persebaya Surabaya, yang berada di urutan keempat klasemen sementara dengan 51 poin, memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memperkuat posisi mereka. Gol-gol Milos Raickovic pada menit ke-53 dan 66, serta dua gol tambahan dari Francisco Rivera pada menit ke-75 dan 81, memastikan kemenangan 4-0 tanpa ampun. Kemenangan ini tidak hanya menambah tiga poin bagi Persebaya, tetapi juga menambah tekanan pada tim-tim yang masih berjuang di zona degradasi.
Sementara PSBS Biak harus menelan nasib buruk, klub lain yang berada di zona merah juga tak kalah menegang. Semen Padang FC, yang belum mencetak poin signifikan dalam beberapa pekan terakhir, kini berada di peringkat terendah bersama PSBS Biak. Persis Solo, meski berhasil mencetak dua gol dalam laga melawan Malut United (5-2), masih berada di peringkat ke-16 dengan 27 poin dan hanya memiliki tiga pertandingan tersisa melawan Persebaya, Dewa United, dan Persis Solo. Jika Persis tidak mampu mengamankan kemenangan dalam tiga laga tersebut, mereka berisiko terperosok ke zona degradasi bersama Semen Padang.
Berita lain yang menambah dinamika klasemen datang dari pertandingan antara Malut United dan Persis Solo. Malut United berhasil mengumpulkan lima gol melalui hattrick David Da Silva, serta gol tambahan dari Nilson Barbosa dan Yakob Sayuri, menutup laga dengan skor 5-2. Kemenangan ini mengukuhkan Malut United pada peringkat keempat dengan 52 poin, sementara Persis Solo tetap berada di peringkat ke-16. Laga tersebut menegaskan betapa tipis perbedaan antara tim yang masih aman dan tim yang berada di ambang relegasi.
Dengan tiga pertandingan tersisa, PSBS Biak harus menghadapi Dewa United, Arema FC, dan Bhayangkara FC. Namun, secara matematis mereka sudah tidak memiliki peluang untuk keluar dari zona degradasi. Sisa pertandingan tersebut hanya akan menjadi ajang pembuktian bagi lawan-lawan mereka yang masih berjuang mengamankan poin tambahan untuk menghindari nasib serupa.
Sementara itu, Semen Padang FC berusaha mengumpulkan poin penting dalam dua laga terakhir melawan tim-tim menengah klasemen. Jika mereka gagal, peluang mereka untuk bertahan di kasta tertinggi akan hilang, menambah deretan tim yang akan beralih ke Liga 2 pada musim depan.
Berikut rangkuman singkat klasemen zona degradasi setelah pekan ke-31:
| Posisi | Tim | Poin |
|---|---|---|
| 15 | Madura United | 29 |
| 16 | Persis Solo | 27 |
| 17 | Semen Padang FC | 22 |
| 18 | PSBS Biak | 18 |
Dengan kondisi tersebut, pertandingan-pertandingan akhir musim akan menjadi penentu akhir bagi banyak tim. Dewa United, yang masih berada di zona aman, akan berupaya menambah poin melawan PSBS Biak. Arema FC dan Bhayangkara FC juga berambisi mengamankan hasil positif untuk meningkatkan posisi masing-masing.
Secara keseluruhan, zona degradasi Super League menjadi ajang pertarungan sengit yang menuntut konsistensi tinggi dari setiap tim. PSBS Biak telah menjadi contoh nyata bahwa kegagalan mengumpulkan poin sejak awal musim dapat berujung pada relegasi. Semen Padang dan Persis Solo kini harus mengoptimalkan strategi serta performa pemain agar dapat bertahan di kasta tertinggi sepak bola Indonesia.
Dengan hanya tiga pertandingan tersisa, tekanan akan semakin tinggi. Penggemar sepak bola Indonesia diharapkan terus mengikuti perkembangan klasemen, karena setiap laga dapat mengubah nasib klub di akhir musim.
