Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 03 Mei 2026 | Presiden FIFA Gianni Infantino mengirim undangan resmi kepada federasi sepak bola Iran (FFIRI) untuk bertemu di markas FIFA, Zürich, Swiss. Undangan tersebut disampaikan lewat Sekretaris Jenderal FIFA, Mattias Grafström, dengan batas waktu kedatangan paling lambat 20 Mei 2026, tepat tiga minggu sebelum skuad Iran berangkat ke Amerika Serikat untuk persiapan akhir Piala Dunia 2026.
Pertemuan ini menjadi sorotan utama setelah sejumlah isu belum terselesaikan, termasuk masalah visa, keamanan, serta penyesuaian jadwal kompetisi internasional. Iran dijadwalkan bermain di grup G bersama Selandia Baru, Belgia, dan Mesir, dengan dua laga pertama di Inglewall, California, dan satu laga terakhir di Seattle. Jika berhasil lolos sebagai runner‑up grup, Timnas Iran berpotensi melawan Amerika Serikat pada babak 32 besar di Dallas, Texas.
Dalam pidatonya pada konferensi musim dingin Walikota Amerika Serikat di Washington, D.C., Infantino menegaskan komitmen FIFA untuk memastikan semua federasi berhak berpartisipasi tanpa hambatan politik. Ia menekankan manfaat ekonomi dan sosial yang akan dibawa Piala Dunia 2026 bagi kota‑kota tuan rumah di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko, sekaligus menegaskan bahwa Iran akan tetap hadir sesuai jadwal meski terdapat ketegangan geopolitik.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump kemudian menambahkan dukungannya lewat pernyataan di Gedung Putih. “Kalau Gianni mengatakan demikian, saya tidak keberatan,” ujar Trump, menegaskan bahwa kehadiran Iran tidak akan dihalangi oleh kebijakan luar negeri AS selama FIFA memberikan jaminan keamanan.
Namun, delegasi Iran belum lepas dari tantangan logistik. Pada kunjungan sebelumnya ke Kanada, ketua FFIRI Mehdi Taj dan dua pejabat lainnya sempat ditahan di bandara Toronto setelah otoritas menanyakan keterkaitan mereka dengan Garda Revolusi Islam (IRGC). Meskipun tidak ada catatan deportasi resmi, tim tersebut akhirnya memutuskan kembali ke Istanbul, menunda rencana kehadiran mereka di Vancouver untuk Kongres FIFA tahunan.
Agenda utama yang diharapkan dibahas dalam pertemuan Zurich meliputi:
- Konfirmasi keikutsertaan Iran di Piala Dunia 2026 dan penyesuaian jadwal grup.
- Prosedur pemberian visa bagi pemain, staf, dan suporter Iran serta pemecahan hambatan masuk ke Amerika Serikat.
- Langkah‑langkah keamanan selama turnamen, termasuk koordinasi dengan otoritas keamanan lokal di Tucson, Inglewood, dan Seattle.
- Pengaturan logistik pelatihan pra‑turnamen di Tucson, Arizona, serta fasilitas medis dan kebugaran yang disediakan FIFA.
- Penanganan potensi tekanan politik dan media internasional menjelang kompetisi.
Selain itu, pertemuan diharapkan menjadi forum bagi Infantino dan Taj untuk mengevaluasi situasi domestik sepak bola Iran, yang sejak pecahnya konflik regional terpaksa menghentikan kompetisi liga lokal. Timnas Iran baru saja menyelesaikan dua laga uji coba di Antalya, Turki, sebagai bagian dari persiapan menjelang Piala Dunia.
Jadwal kompetisi Iran di Piala Dunia 2026 akan dimulai pada 15 Juni dengan pertandingan melawan Selandia Baru di Stadion SoFi, Inglewall. Selanjutnya, Iran akan menghadapi Belgia pada 19 Juni di stadion yang sama, dan menutup fase grup melawan Mesir pada 26 Juni di Seattle. Penempatan geografis ini menuntut tim menyesuaikan aklimatisasi dan logistik perjalanan antar‑negara bagian Amerika Serikat.
Kesimpulannya, pertemuan antara Gianni Infantino dan delegasi Iran di Zurich menjadi momen krusial untuk menyelesaikan berbagai masalah yang mengancam partisipasi Iran di Piala Dunia 2026. Dengan dukungan politik dari Presiden AS serta komitmen FIFA untuk menjaga integritas kompetisi, diharapkan semua hambatan dapat diatasi sebelum turnamen dimulai. Keberhasilan pertemuan ini tidak hanya akan memastikan keberadaan Iran di panggung dunia, tetapi juga menegaskan prinsip sportivitas dan inklusivitas yang menjadi dasar FIFA.
