Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 02 Mei 2026 | Spekulasi tentang masa depan Jay Idzes semakin menggelora menjelang akhir musim Serie A 2025-2026. Berita terbaru mengungkap bahwa bek berusia 25 tahun ini berpeluang berlatih di bawah asuhan eks‑pelatih AC Milan pada musim depan, sebuah peluang yang dapat mengubah lintasan kariernya setelah menorehkan penampilan konsisten bersama Sassuolo.
AC Milan memang tengah menatap deretan pemain Sassuolo sebagai target perekrutan. Enam nama pemain dari tim merah‑putih Reggio Emilia telah masuk dalam daftar pemantauan Rossoneri, dan Jay Idzes berada di antara mereka. Klub Italia yang tengah berjuang mengamankan tiket ke Liga Champions membutuhkan sosok bek berpengalaman, kuat secara fisik, serta memiliki kemampuan memimpin lini belakang – kualitas yang selama ini menjadi ciri khas Idzes di lapangan.
Pertandingan langsung antara Sassuolo dan AC Milan pada pekan ke‑35 menjadi sorotan utama. Dijadwalkan pada 3 Mei 2026 di Stadion Mapei, laga tersebut akan menjadi ajang pembuktian bagi Idzes. Ia tidak hanya harus menghalau serangan Domenico Berardi, pemain kunci Sassuolo yang dikenal sebagai mimpi buruk Milan, tetapi juga harus menahan tekanan serangan balik Rossoneri yang dipimpin oleh para penyerang kelas dunia. Dalam delapan pertemuan terakhir, Sassuolo hanya mengalami dua kekalahan melawan Milan, menambah beban mental bagi bek muda ini.
Di sisi lain, duopel pertahanan Idzes bersama Tarik Muharemovic kini berada di ambang perubahan. Transfer rumor yang mengincar Muharemovic ke Inter Milan menambah ketidakpastian pada lini belakang Sassuolo. Jika Muharemovic meninggalkan klub, Idzes harus menyesuaikan diri dengan partner baru atau bahkan mempertimbangkan opsi pindah ke klub yang menawarkan stabilitas lebih, termasuk AC Milan yang dikabarkan akan mengundang pelatih eks‑AC Milan untuk memimpin tim.
Tak hanya di Serie A, nama Idzes kembali muncul dalam konteks Serie B setelah Venezia resmi promosi ke kasta tertinggi. Mantan klubnya, Venezia, akan menjamu Sassuolo di Serie A musim depan, memberi Idzes kesempatan untuk bertemu kembali dengan rekan satu tim yang dulu pernah bersinergi di lagunya. Pertemuan tersebut diprediksi akan menjadi momen emosional, mengingat peran Idzes dalam membantu Venezia meraih promosi lewat penampilan 66 kali di berbagai kompetisi.
Sementara itu, rumor tentang eks‑pelatih AC Milan, Stefano Pioli, yang diyakini akan mengambil alih kursi kepelatihan Sassuolo pada musim depan menambah bumbu pada skenario ini. Jika Pioli benar‑benar bergabung dengan Sassuolo, Idzes secara otomatis akan berada di bawah asuhan pelatih yang pernah menjuarai Serie A bersama Milan. Pendekatan taktik Pioli yang menekankan pertahanan terorganisir dan transisi cepat dapat memperkaya kemampuan Idzes, sekaligus meningkatkan peluangnya untuk dipanggil oleh tim asuhan Pioli di masa mendatang.
Statistik Idzes selama di Sassuolo menunjukkan perkembangan yang mengesankan. Sebagai kapten, ia telah mencatatkan 66 penampilan, dengan rata‑rata satu kartu kuning setiap tiga pertandingan dan tingkat keberhasilan duel udara mencapai 78 %. Kemampuannya memimpin lini belakang terbukti saat Sassuolo berhasil mengamankan hasil imbang 2‑2 melawan AC Milan di San Siro pada paruh pertama musim ini. Keberhasilan tersebut menegaskan peran vital Idzes dalam menjaga keseimbangan tim.
Jika peluang berlatih di bawah Stefano Pioli terwujud, musim depan dapat menjadi titik balik bagi Jay Idzes. Pengalaman belajar langsung dari eks‑pelatih AC Milan tidak hanya akan meningkatkan kualitas teknisnya, tetapi juga memperluas jaringan profesionalnya di kancah sepak bola Eropa. Dengan potensi pindah ke AC Milan atau tetap di Sassuolo yang dipimpin oleh Pioli, Idzes berada pada persimpangan penting yang dapat menentukan apakah ia akan melangkah menjadi bintang Serie A atau tetap menjadi pilar bertahan di tim menengah.
Kesimpulannya, masa depan Jay Idzes tampak cerah namun penuh tantangan. Baik melalui peluang berlatih di bawah eks‑pelatih AC Milan, atau melalui duel emosional melawan mantan klubnya di Serie A, bek berusia 25 tahun ini berada di jalur yang tepat untuk mengukir prestasi lebih besar dalam kariernya.
