Konvoi UNIFIL Italia Ditembak Peringatan Israel, Italia Tuntut Klarifikasi dan Panggil Dubes

Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 10 April 2026 | Rabu, 8 April 2026 – Sebuah konvoi pasukan penjaga perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNIFIL) yang dioperasikan oleh Italia menjadi sasaran tembakan peringatan dari militer Israel di zona Garis Biru antara Ras Naqoura dan Labounieh, Lebanon selatan. Kendaraan yang mengangkut personel Italia mengalami kerusakan ringan, namun tidak ada korban luka. Insiden ini memicu respons diplomatik tegas dari Roma, yang pada hari yang sama memanggil Duta Besar Israel untuk Italia guna menuntut penjelasan.

Menlu Italia, Antonio Tajani, mengumumkan melalui platform media sosial resmi bahwa ia telah menginstruksikan kedutaan Israel di Roma untuk dipanggil ke Kementerian Luar Negeri. Tajani menegaskan bahwa “militer Italia tidak akan disentuh” dan menuntut klarifikasi atas tembakan yang terjadi. “Tembakan peringatan Israel merusak salah satu kendaraan kami, namun konvoi tetap dapat kembali ke pangkalan,” ujarnya, menambahkan bahwa konvoi sedang mengangkut personel menuju Beirut untuk proses repatriasi.

Baca juga:

Menteri Pertahanan Italia, Guido Crosetto, dalam konferensi pers menyebut insiden tersebut “tidak dapat diterima” mengingat mandat pasukan Italia di bawah bendera PBB. Crosetto menjelaskan bahwa konvoi sedang dalam perjalanan dari kota Shama menuju Beirut ketika diserang, dan meskipun tidak ada luka, satu atau lebih kendaraan mengalami kerusakan ringan. Ia menekankan pentingnya perlindungan terhadap pasukan penjaga perdamaian yang beroperasi di zona sensitif dan menegaskan bahwa tindakan serupa tidak boleh terulang.

Perdana Menteri Italia, Giorgia Meloni, mengutuk keras aksi Israel dan menyerukan penghentian serangan di Lebanon. “Serangan Israel yang terus berlangsung di Lebanon, yang telah menimbulkan terlalu banyak korban jiwa dan jumlah pengungsi yang tidak dapat diterima, harus segera dihentikan,” kata Meloni, mengutip pernyataan AFP. Ia menegaskan dukungan Italia kepada PBB dan menolak segala bentuk ancaman terhadap personel Italia.

Insiden ini terjadi di tengah eskalasi militer terbesar Israel di Lebanon sejak perang kembali berlanjut pada pertengahan Maret 2026. Menurut laporan media, sekitar 150 pesawat Israel terlibat dalam operasi udara yang menargetkan posisi Hizbullah di seluruh Lebanon, menewaskan setidaknya 254 warga sipil. Operasi tersebut diklaim Israel sebagai serangan terkoordinasi terbesar sejak konflik dengan Iran memuncak.

UNIFIL sendiri didirikan pada tahun 1978 dengan mandat menjaga stabilitas di Lebanon selatan. Pada akhir Maret 2026, misi tersebut mencatat kehadiran 754 personel Italia, menjadikan Italia kontributor terbesar kedua setelah Indonesia yang menempatkan 755 personel. Kendaraan berwarna biru dengan lambang PBB menjadi simbol kehadiran internasional yang kini berada di bawah tekanan intensif.

Israel berpendapat bahwa Lebanon tidak termasuk dalam kesepakatan gencatan senjata yang dimediasi oleh Amerika Serikat antara Tehran dan Washington, sehingga mereka menganggap tindakan militer sah untuk menetralkan ancaman Hizbullah. Pemerintah Italia menolak interpretasi tersebut, menegaskan bahwa konvoi UNIFIL jelas dapat dikenali sebagai kendaraan misi perdamaian dan tidak boleh menjadi target.

Berbagai negara anggota Uni Eropa mengkritik tindakan Israel dan menyerukan dialog, sementara Amerika Serikat menekankan pentingnya keamanan Israel. Perserikatan Bangsa-Bangsa belum mengeluarkan pernyataan resmi mengenai pelanggaran terhadap konvoi UNIFIL, namun menegaskan komitmen untuk melindungi personel perdamaian.

Berikut rangkuman reaksi internasional:

  • Uni Eropa: Mengutuk tembakan terhadap konvoi UNIFIL dan menyerukan investigasi independen.
  • Amerika Serikat: Menyatakan pentingnya keamanan Israel namun mengingatkan tentang perlindungan personel PBB.
  • PBB: Menyatakan akan meninjau kembali prosedur koordinasi dengan pihak militer Israel di zona Garis Biru.

Ke depan, Italia berjanji akan meningkatkan koordinasi dengan komandan UNIFIL serta menuntut jaminan keamanan bagi pasukannya. Pemerintah Roma juga menyatakan kesiapan untuk meninjau kembali kontribusi militernya di Lebanon jika situasi tidak membaik. Pemerintah Italia menegaskan bahwa langkah diplomatik ini bertujuan menegaskan hak dan perlindungan pasukannya sambil menunggu klarifikasi resmi dari kedutaan Israel.

Insiden ini menambah daftar peristiwa berbahaya yang menimpa pasukan penjaga perdamaian di wilayah konflik, dan menyoroti ketegangan yang terus meningkat antara Israel dan kelompok bersenjata di Lebanon. Upaya diplomatik Italia diharapkan dapat mendorong dialog yang lebih konstruktif dan memastikan bahwa kendaraan berwarna biru PBB tidak lagi menjadi sasaran tembakan di masa mendatang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *