Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 02 Mei 2026 | Setelah melewati masa sulit akibat masalah kesehatan yang sempat menurunkan performa, komedian terkenal Fahmi Bo memilih jalur pemulihan yang tak biasa. Alih-alih kembali ke panggung hiburan, ia memutuskan membuka warung makan sederhana bersama sang istri, menampilkan menu khas yang jarang ditemui: acar buntut sapi.
Warung yang berlokasi di kawasan strategis Jakarta Selatan ini mengusung konsep “rumah makan keluarga” dengan interior minimalis, meja kayu, dan sentuhan pribadi dari pasangan ini. Fahmi Bo menjelaskan bahwa keputusan membuka usaha kuliner muncul dari keinginan untuk lebih dekat dengan masyarakat serta menguji kemampuan baru di dapur.
Menu utama yang ditawarkan adalah acar buntut sapi, sebuah hidangan yang menggabungkan keempukan daging buntut dengan rasa asam manis khas acar tradisional Indonesia. Daging buntut diproses dengan teknik slow-cooking selama empat jam, kemudian direndam dalam campuran cuka, gula merah, bawang merah, dan rempah pilihan. Hasilnya adalah tekstur yang lembut sekaligus rasa yang segar, cocok sebagai pelengkap nasi atau sebagai hidangan pembuka.
Selain acar buntut sapi, warung ini juga menyajikan beberapa pilihan lain untuk melengkapi selera pengunjung:
- Nasi uduk dengan sambal kacang
- Ayam goreng kremes
- Soto betawi
- Es kelapa muda segar
Berikut adalah daftar harga menu utama:
| Menu | Harga (IDR) |
|---|---|
| Acar Buntut Sapi (200g) | 35.000 |
| Nasi Uduk + Ayam Kremes | 28.000 |
| Soto Betawi | 22.000 |
| Es Kelapa Muda | 15.000 |
Fahmi Bo menegaskan bahwa semua bahan baku dipilih secara selektif, mulai dari daging buntut yang bersertifikat halal hingga rempah-rempah organik yang dipasok oleh petani lokal. Istrinya, yang memiliki latar belakang kuliner, bertanggung jawab atas proses pengolahan dan penyajian, memastikan rasa tetap konsisten setiap hari.
Sejak pembukaan pada awal Mei 2026, warung ini telah menarik perhatian tidak hanya dari penggemar komedi, tetapi juga dari pecinta kuliner yang mencari cita rasa otentik. Antrean pengunjung yang panjang pada jam buka pertama menandakan antusiasme publik terhadap inovasi gastronomi yang dibawa oleh Fahmi Bo.
Di luar jam operasional, pasangan ini juga merencanakan workshop memasak singkat, memberikan kesempatan bagi masyarakat belajar cara membuat acar buntut sapi secara profesional. Program ini diharapkan dapat memperluas jaringan dan menambah nilai edukatif pada usaha mereka.
Ke depan, Fahmi Bo menargetkan ekspansi ke beberapa kota besar lainnya, dengan mempertahankan kualitas dan keunikan menu. Ia mengaku bahwa keberhasilan warung ini bukan sekadar usaha komersial, melainkan bentuk terima kasih atas dukungan publik selama masa pemulihan.
Dengan semangat baru, Fahmi Bo membuktikan bahwa kegagalan kesehatan bukanlah akhir, melainkan peluang untuk bertransformasi. Warung makan sederhana ini menjadi simbol kebangkitan, kreativitas, dan dedikasi pasangan dalam menyajikan rasa yang menghubungkan tradisi dengan inovasi.
