Kebakaran Rumah Anisa Rahma di Bandung: Lilin Usir Lalat Lupa Dipadamkan, Suami Anandito Dwis Menangis

Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 01 Mei 2026 | Bandung, 30 April 2026 – Sebuah tragedi melanda rumah pasangan Anisa Rahma, mantan anggota grup musik Cherrybelle, dan suaminya Anandito Dwis pada dini hari Kamis. Kebakaran besar melanda rumah mereka di kawasan Bandung Selatan setelah lilin yang dinyalakan untuk mengusir lalat dibiarkan menyala tanpa pengawasan.

Pukul 03.05 WIB, tim Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kota Bandung menerima laporan kebakaran dari warga sekitar. Petugas segera menurunkan unit ke lokasi dan menemukan api yang telah meluas di ruang makan utama. Berdasarkan keterangan saksi, api tampak muncul dari sebuah lilin yang berada di atas meja makan.

Baca juga:

Lilin tersebut memang dinyalakan sejak dua hari sebelumnya sebagai upaya mengusir serangga yang mengganggu. Namun, karena kelelahan dan keasyikan mengurus anak serta pekerjaan rumah, Anisa dan Anandito lupa mematikan lilin tersebut. Pada malam itu, ketika mereka terlelap, api perlahan merambat ke bahan-bahan mudah terbakar di sekitarnya, seperti kain meja, tisu, dan dekorasi dapur.

Setelah menyadari adanya kobaran api, Anandito berusaha memadamkannya dengan air dari ember yang tersedia. Upaya tersebut tidak berhasil menghentikan penyebaran api yang semakin cepat. Asap tebal segera memenuhi ruangan, memaksa pasangan itu mengungsikan diri ke luar bersama dua anak mereka.

Beruntung, seluruh anggota keluarga berhasil keluar tanpa cedera. Anandito sempat terlihat menangis terisak‑isak saat menatap rumah yang kini berkobar, mengingat kenangan yang pernah terukir di setiap sudutnya. Anisa kemudian mengunggah pernyataan singkat di media sosial, mengucapkan terima kasih atas doa dan dukungan yang diterima, serta menyatakan keyakinannya bahwa akan ada hikmah di balik musibah ini.

Pihak Damkar mengidentifikasi penyebab utama kebakaran sebagai kelalaian dalam mematikan lilin. Laporan resmi yang diposting di akun Instagram @bdg.siaga113 menegaskan bahwa penggunaan lilin sebagai pengusir lalat, meski sederhana, dapat menimbulkan risiko kebakaran bila tidak dikelola dengan hati‑hati.

Setelah kejadian, tim penyelamatan melakukan evakuasi sementara di rumah warga terdekat, menyediakan tempat penampungan bagi keluarga Anisa. Selain itu, bantuan logistik berupa selimut, makanan ringan, dan perlengkapan kebersihan diberikan oleh sejumlah relawan dan organisasi lokal.

Warga sekitar menyatakan rasa prihatin yang mendalam. Beberapa di antaranya mengingat kembali bagaimana rumah Anisa dulu menjadi tempat berkumpulnya penggemar Cherrybelle, terutama pada acara‑acara fan meeting yang sering diadakan di halaman rumah. Kini, kenangan itu berubah menjadi kesedihan yang mendalam.

Menurut saksi mata, sebelum kebakaran, Anisa sempat menyiapkan lilin di atas meja sambil berbincang dengan anaknya tentang tugas sekolah. Tidak ada indikasi adanya kerusakan listrik atau bahan berbahaya lain di dalam rumah. Semua bukti mengarah pada lilin sebagai pemicu utama.

Pihak kepolisian setempat membuka penyelidikan untuk memastikan tidak ada unsur kelalaian yang melanggar peraturan keselamatan rumah tangga. Hingga saat ini, tidak ada laporan mengenai pelanggaran hukum yang signifikan, namun kasus ini dijadikan contoh penting bagi masyarakat tentang bahaya penggunaan lilin tanpa pengawasan.

Setelah kebakaran, Anisa mengumumkan rencana sementara pindah ke rumah orang tua di kota asalnya, sementara proses pemulihan rumah akan memakan waktu beberapa bulan. Ia menegaskan bahwa fokus utama kini adalah kesejahteraan keluarga dan pemulihan mental pasca trauma.

Para ahli kebakaran menekankan pentingnya alternatif pengusir serangga yang lebih aman, seperti lampu ultraviolet atau perangkap listrik, serta selalu memastikan lilin dimatikan sebelum meninggalkan ruangan. Edukasi tentang bahaya kebakaran rumah tangga terus digalakkan oleh dinas terkait.

Kasus kebakaran ini menjadi pengingat kuat bagi masyarakat urban bahwa keamanan rumah tidak boleh diabaikan, meski dengan tindakan sederhana seperti menyalakan lilin. Diharapkan kejadian serupa tidak terulang, dan semua pihak dapat belajar dari pengalaman tragis yang menimpa Anisa Rahma dan keluarga.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *