Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 01 Mei 2026 | Persaingan internal Partai Golongan Karya (Golkar) di Sulawesi Selatan semakin memanas menjelang pemilihan ketua daerah. Dua nama besar muncul sebagai kandidat utama, yaitu Andi Ina Kartika Sari, mantan anggota DPRD yang kini meniti karier di bidang birokrasi, dan seorang tokoh IAS (Instansi Akuntansi Negara) yang memiliki rekam jejak kuat di bidang keuangan publik.
Kehilangan nama Appi, yang sempat menjadi sorotan dalam dinamika internal partai, memberikan ruang bagi DPP Golkar untuk menegaskan dukungan pada dua calon kuat tersebut. DPP menilai bahwa kehadiran Andi Ina Kartika Sari dapat memperkuat basis massa, terutama di kalangan pemilih muda yang menginginkan perubahan dan transparansi dalam kepemimpinan partai.
Andi Ina Kartika Sari, yang dikenal memiliki jaringan luas di wilayah Sulawesi Selatan, mengusung agenda reformasi internal, peningkatan partisipasi anggota, serta penguatan program sosial yang berorientasi pada pemberdayaan ekonomi lokal. Dalam beberapa pertemuan tertutup dengan kader partai, ia menekankan pentingnya mengintegrasikan aspirasi generasi milenial ke dalam platform politik Golkar.
Sementara itu, kandidat IAS menonjolkan keahlian teknisnya dalam pengelolaan keuangan publik. Ia berjanji akan membawa pendekatan berbasis data dalam pengambilan keputusan, meningkatkan akuntabilitas, dan mengoptimalkan penggunaan dana partai di tingkat daerah.
- Andi Ina Kartika Sari: Fokus pada reformasi internal, revitalisasi jaringan massa, dan kebijakan sosial ekonomi.
- Kandidat IAS: Penekanan pada transparansi keuangan, manajemen berbasis data, dan akuntabilitas struktural.
Analisis politisi setempat menunjukkan bahwa kehadiran Andi Ina Kartika Sari dapat memecah pola dominasi lama yang selama ini dikuasai oleh elite tradisional. Ia dianggap mampu menyatukan fraksi-fraksi yang sebelumnya bersaing, sekaligus menarik dukungan dari kalangan profesional muda yang aktif di media sosial.
Di sisi lain, DPP Golkar tetap menjaga keseimbangan dengan tidak secara eksplisit mengeluarkan pernyataan resmi yang memihak, melainkan menunggu proses internal selesai. Hal ini dimaksudkan untuk menghindari fragmentasi lebih lanjut dan memastikan proses demokratis internal berjalan lancar.
Sejumlah kader senior partai menilai bahwa persaingan ini dapat menjadi peluang bagi Golkar Sulsel untuk memperbaharui citra publiknya. Mereka berharap bahwa kedua kandidat akan mengedepankan semangat kolaboratif, bukan kompetisi semata yang dapat menimbulkan perpecahan.
Dengan agenda kampanye yang semakin intensif, Andi Ina Kartika Sari telah menggelar serangkaian pertemuan terbuka di berbagai kota, termasuk Makassar, Parepare, dan Bone. Dalam setiap pertemuan, ia menekankan pentingnya kebijakan yang responsif terhadap kebutuhan warga, terutama di bidang pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur.
Kesimpulannya, bursa ketua Golkar Sulawesi Selatan kini berada pada titik krusial. Kedua kandidat kuat, Andi Ina Kartika Sari dan kandidat IAS, masing-masing membawa visi yang berbeda namun saling melengkapi. Dinamika ini akan menentukan arah partai dalam menghadapi tantangan politik regional serta menyiapkan strategi kompetitif pada pemilihan umum mendatang.
