Anton Dengar Letupan 15 Menit Sebelum Kebakaran Pasar Kanjengan Semarang Melalap Ratusan Kios

Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 01 Mei 2026 | Pasar Kanjengan di Kecamatan Semarang Tengah, Kota Semarang, terbakar hebat pada malam Rabu (29/4) hingga dini hari Kamis (30/4). Kebakaran yang melalap satu kompleks pasar ini menghanguskan hampir lima ratus kios dan ruko, menimbulkan kerugian materiial diperkirakan mencapai Rp 3,5 miliar. Meskipun tidak ada korban jiwa, dampak ekonomi bagi para pedagang sangat signifikan.

Menurut keterangan Kepala Bidang Operasional dan Penyelamatan Dinas Pemadam Kebakaran Kota Semarang, Tantri Pradono, total kerusakan mencakup 476 unit, terdiri dari 450 kios PKL di blok C dan 26 ruko di blok F. Pemadaman api memakan waktu hingga pukul 04.00 WIB, dengan melibatkan 12 armada pemadam kebakaran serta 65 personel, termasuk bantuan dari Damkar Demak dan Kabupaten Semarang.

Baca juga:

Di antara korban, penjual buah Anton (36) memberikan kesaksian yang menjadi fokus utama dalam penyelidikan. Anton mengaku sedang menyantap semangka di lapak buahnya ketika ia mendengar suara letupan keras di ujung utara pasar, tepat 15 menit sebelum api melalap. “Saya dengar letupan, lalu api mulai muncul dari peti-peti buah kosong di ujung utara, kemudian dalam 15 menit seluruh toko di tengah pasar terbakar,” ujarnya. Anton menambahkan bahwa api pertama kali berasal dari peti buah yang kosong, kemudian cepat menyebar ke toko-toko yang menjual pakaian, sandal, dan plastik, banyak di antaranya kosong.

Setelah kebakaran, pedagang-pedagang berbondong-bondong kembali ke lokasi untuk menilai kerusakan. Ningsih, penjual bawang putih, terlihat mengais sisa barang yang masih hangus, mencoba menyelamatkan sebagian stok dan kulkas miliknya. Ia mengaku mengalami kerugian sekitar Rp 50 juta. Banyak pedagang lain melaporkan kerugian yang lebih besar, terutama mereka yang menyimpan barang dagangan di rak-rak besi yang tidak dapat dipindahkan.

Pemerintah Kota Semarang, melalui Kepala Dinas Perdagangan Aniceto Magno Da Silva, segera menyiapkan rencana relokasi. Area relokasi sementara dapat menampung 100-150 pedagang, dengan opsi tambahan di gedung baru Pasar Kanjengan. “Prioritas kami adalah memastikan pedagang dapat kembali berjualan secepatnya sehingga ekonomi masyarakat tidak terhenti,” kata Aniceto dalam pernyataan tertulis.

  • Total kios terbakar: 476 unit (450 PKL blok C, 26 ruko blok F)
  • Personel pemadam: 65 orang, 12 armada (termasuk bantuan daerah sekitar)
  • Waktu pemadaman selesai: 04.00 WIB
  • Kerugian material sementara: Rp 3,5 miliar
  • Pedagang yang mengajukan relokasi: lebih dari 100 orang

Pihak kepolisian serta tim forensik Polda Jawa Tengah telah membuka penyelidikan untuk mengidentifikasi penyebab kebakaran. Hingga kini, belum ada konfirmasi resmi mengenai sumber letupan yang didengar Anton. Beberapa saksi menyebut adanya bau gas sebelum ledakan, namun hal tersebut masih dalam tahap investigasi.

Selain kerugian materi, kebakaran ini menimbulkan kepanikan di kalangan pedagang dan pembeli. Suara teriakan “kebakaran!” terdengar jelas ketika api mulai meluas, memaksa sebagian warga mengungsi ke area terbuka. Beruntung, evakuasi dilakukan secara mandiri oleh warga dan bantuan petugas, sehingga tidak ada korban luka.

Situasi kini berada dalam fase pemulihan. Dinas Pemadam Kebakaran terus melakukan pendinginan area untuk mencegah kembali menyala, sementara Dinas Perdagangan berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk menyalurkan bantuan sementara kepada pedagang yang kehilangan mata pencaharian.

Dengan ratusan kios yang hancur, pasar tradisional ini kehilangan sebagian besar asetnya, namun upaya relokasi dan dukungan pemerintah diharapkan dapat mempercepat pemulihan ekonomi lokal. Pedagang seperti Anton dan Ningsih menunggu keputusan final mengenai kompensasi serta penempatan kembali lapak mereka.

Kasus kebakaran Pasar Kanjengan menegaskan pentingnya penataan keamanan kebakaran di pasar tradisional, terutama dalam hal penyimpanan bahan mudah terbakar dan pemantauan instalasi listrik. Diharapkan temuan investigasi dapat menjadi pelajaran untuk mencegah tragedi serupa di masa mendatang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *