Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 29 April 2026 | San Jose Earthquakes kembali menegaskan dominasinya di Major League Soccer (MLS) setelah menutup pekan dengan kemenangan 4-2 atas Minnesota United di babak 16 U.S. Open Cup. Kemenangan tersebut tidak hanya menambah koleksi poin tim, tetapi juga mengukir rekor historis pada fase awal musim, meskipun harus berduka karena cedera serius pada bintang depan Timo Werner.
Sejak awal musim, San Jose Earthquakes tampil fenomenal. Tim berhasil mencatatkan rekor 9 kemenangan, 1 hasil imbang, dan 0 kekalahan dalam 10 pertandingan pertama, menyaingi catatan legendaris LAFC 2019. Kombinasi serangan cepat, pertahanan solid, dan kedalaman skuad menjadi faktor utama. Pada minggu lalu, Earthquakes berhasil menorehkan dua kemenangan penting: 5-1 melawan Austin FC pada hari Rabu dan 3-2 menumbangkan St. Louis City pada hari Sabtu. Kedua hasil tersebut menempatkan mereka di puncak Power Rankings MLS, sebagaimana dinilai oleh panel ahli MLSsoccer.com.
Di U.S. Open Cup, pertandingan melawan Minnesota United berlangsung di PayPal Park, San Jose, pada 28 April 2026. San Jose Earthquakes membuka skor lebih dulu melalui gol cepat Beau Leroux, yang kemudian menambah dua gol lagi di babak pertama, menyelesaikan brace yang mengesankan. Niko Tsakiris juga berkontribusi dengan assist, menambah variasi serangan tim. Meskipun Minnesota mencoba mengejar, Earthquakes tetap mengendalikan permainan berkat tekanan tinggi dan penguasaan bola yang konsisten.
Namun, sorotan tak hanya pada hasil akhir. Pada menit ke-30, Timo Werner, yang sebelumnya mencetak dua gol penting melawan St. Louis City, harus digantikan akibat cedera pada kaki kiri. Pemeriksaan medis menyatakan adanya cedera otot yang mengharuskan Werner absen setidaknya selama dua minggu. Kepergian Werner menjadi pukulan berat bagi skuad, mengingat kontribusinya dalam menciptakan peluang dan menambah gol di awal musim.
Meski kehilangan Werner, kedalaman tim tetap terbukti. Beau Leroux, yang baru saja menampilkan brace, menjadi penyerang utama, sementara pemain muda seperti Alejandro Zendejas dan Cameron Lancaster mengisi celah dengan kreatifitas. Pelatih Head Coach, Marko Mitrovic, menyatakan bahwa tim tetap optimis dan akan menyesuaikan taktik untuk mengoptimalkan kontribusi pemain lain selama Werner menjalani rehabilitasi.
Berikut rangkuman hasil pertandingan San Jose Earthquakes dalam dua pekan terakhir:
- 5-1 vs. Austin FC (Liga MLS)
- 3-2 vs. St. Louis City (Liga MLS)
- 4-2 vs. Minnesota United (U.S. Open Cup 16)
Selain kemenangan, San Jose Earthquakes kini berada di peringkat teratas Power Rankings MLS, menyalip tim-tim kuat seperti LAFC, Vancouver Whitecaps, dan Seattle Sounders. Statistik tim menunjukkan rata-rata 2,38 poin per pertandingan, menempatkan mereka di empat besar liga secara keseluruhan. Penampilan konsisten ini didukung oleh pertahanan yang solid, dengan hanya menyerap 8 gol dalam 10 pertandingan pertama.
Ke depan, Earthquakes dijadwalkan bertemu Vancouver Whitecaps pada 9 Mei, sebuah laga yang diprediksi akan menjadi ujian berat mengingat Whitecaps sedang dalam performa bagus setelah mengalahkan Colorado. Namun, dengan semangat tim yang tinggi dan kedalaman skuad, San Jose Earthquakes memiliki peluang besar untuk memperpanjang rekor impresif mereka.
Secara keseluruhan, San Jose Earthquakes menunjukkan kombinasi kualitas individu dan kerja sama tim yang jarang terlihat di MLS. Meskipun harus mengatasi cedera pada pemain kunci, tim tetap fokus pada target utama: mengamankan gelar MLS dan melaju jauh di U.S. Open Cup. Jika tren ini terus berlanjut, musim 2026 dapat menjadi salah satu yang paling dikenang dalam sejarah klub.
