Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 29 April 2026 | Jasa Marga menegaskan komitmennya memperkuat konektivitas nasional lewat proyek mega Jalan Tol Solo-Yogyakarta‑NYIA, khususnya segmen Prambanan‑Purwomartani yang kini memasuki fase akhir. Kunjungan langsung Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk, Rivan A. Purwantono, bersama jajaran eksekutif pada 22 April lalu menandai langkah penting menuju penyelesaian akses gerbang tol (GT) Purwomartani, yang akan menjadi pintu masuk utama menuju kawasan wisata bersejarah Ratu Boko.
Lokasi strategis GT Purwomartani terletak di Desa Jembungan, Boyolali, dengan panjang akses sekitar 1,95 km. Pengembangan akses ini dirancang untuk mengalihkan arus kendaraan dari jalan nasional Yogyakarta‑Solo yang kerap mengalami kepadatan, sekaligus mempersingkat waktu tempuh wisatawan ke situs arkeologi Ratu Boko. Dengan target operasional menyambut Natal, Tahun Baru (Nataru) 2026/2027 serta Lebaran 2027, Jasa Marga mengharapkan manfaat ekonomi signifikan bagi masyarakat setempat.
Progres konstruksi Tol Solo-Yogyakarta kini mencapai 94,8% pada pertengahan April 2026, menandakan bahwa tahapan fisik hampir selesai. Fokus selanjutnya adalah persiapan lahan untuk akses GT Purwomartani, termasuk penyediaan lahan, pemasangan infrastruktur pendukung, dan penyelesaian perijinan lingkungan. Tim proyek, yang melibatkan Direktorat Pengembangan Usaha Jasa Marga, Direktorat Operasi, serta perwakilan Dinas PUPESDM DIY, bekerja sama erat untuk memastikan semua standar teknis dan tata kelola perusahaan terpenuhi.
Manfaat yang diharapkan meliputi:
- Peningkatan jumlah kunjungan wisatawan ke Ratu Boko, memperkuat posisi kawasan sebagai destinasi unggulan di Jawa Tengah.
- Penciptaan lapangan kerja langsung dan tidak langsung selama fase konstruksi dan operasional.
- Peningkatan pendapatan UMKM lokal, seperti homestay, kuliner, dan kerajinan tangan, yang akan mendapat arus pengunjung yang lebih stabil.
- Pengurangan beban lalu lintas pada jalur arteri Yogyakarta‑Solo, meningkatkan efisiensi waktu tempuh bagi pengguna jalan.
Selain aspek ekonomi, proyek ini juga menambah nilai strategis bagi jaringan transportasi nasional. Dengan menghubungkan jalur tol utama ke gerbang tol Purwomartani, kawasan wisata Ratu Boko menjadi lebih mudah diakses tidak hanya oleh wisatawan domestik, tetapi juga oleh pelancong internasional yang memasuki wilayah Jawa melalui Bandara Internasional Adisutjipto atau Stasiun Kereta Api Yogyakarta.
Warga Desa Jembungan menyambut baik pembangunan ini. Mereka berharap akses baru akan membuka peluang usaha baru, memperbaiki infrastruktur dasar seperti listrik dan air bersih, serta meningkatkan kualitas hidup secara keseluruhan. Beberapa tokoh masyarakat setempat, termasuk Kepala Desa Tri Murtoposidi, menegaskan bahwa proyek ini menjadi “harapan baru” untuk mengatasi keterbatasan ekonomi tradisional yang selama ini bergantung pada pertanian.
Di sisi lain, Jasa Marga menegaskan komitmen terhadap prinsip tata kelola yang baik, dengan mengedepankan transparansi, kepatuhan pada regulasi lingkungan, serta pelibatan stakeholder lokal dalam setiap tahapan proyek. Hal ini sejalan dengan kebijakan pemerintah untuk mempercepat pembangunan infrastruktur tanpa mengorbankan keberlanjutan lingkungan.
Dengan persiapan lahan yang terus berjalan, serta koordinasi intensif antara pihak tol, pemerintah daerah, dan masyarakat, GT Purwomartani diperkirakan akan resmi dibuka pada kuartal pertama 2027. Keberhasilan proyek ini diharapkan menjadi contoh sinergi antara sektor publik‑swasta dalam memperkuat konektivitas, mendongkrak pariwisata, dan menciptakan peluang ekonomi baru bagi wilayah pedesaan.
Secara keseluruhan, Tol Solo-Yogyakarta tidak hanya menyatukan dua kota besar, tetapi juga membuka jalan bagi desa‑desa seperti Jembungan untuk melangkah ke masa depan yang lebih prosper. Dengan akses gerbang tol yang modern, harapan akan pertumbuhan ekonomi inklusif dan peningkatan kesejahteraan masyarakat menjadi lebih nyata.
