Jaafar Jackson Pecahkan Rekor Box Office Global $217 Juta dalam Film Michael, Dukung Bollywood

Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 27 April 2026 | Jaafar Jackson, keponakan sekaligus pewaris musikal sang legenda Michael Jackson, kembali menjadi sorotan dunia hiburan setelah film biopik “Michael” mencatat rekor box office sebesar USD 217 juta secara global pada hari ketiga penayangan. Angka penjualan tiket yang menembus batas tersebut juga menghasilkan pendapatan sebesar Rs 16 crore di pasar India, menandakan antusiasme luar biasa dari penonton di Asia Selatan.

Film yang disutradarai oleh Antoine Fuqua ini menampilkan Jaafar sebagai peran utama, yakni menghidupkan kembali sosok Michael Jackson. Penampilannya tidak hanya memukau karena kemiripan fisik, tetapi juga karena kemampuan menari dan menyanyinya yang tampak menurun dari darah keluarga Jackson. Sejak usia 12 tahun, Jaafar telah melatih vokal serta gerakan panggung, bahkan merilis single pertamanya “Got Me Singing” pada 2019. Karier aktingnya kini resmi dimulai dengan peran yang menuntut kedalaman emosional serta tantangan teknis dalam menirukan gerakan ikonik sang “King of Pop”.

Baca juga:

Reaksi penonton di media sosial menguatkan bahwa Jaafar berhasil menangkap esensi sang legenda. Banyak komentar menyoroti kemiripan luar biasa, bahkan menyebutnya seolah “literally Michael”. Penggemar menilai Jaafar tidak hanya meniru, melainkan menghidupkan kembali semangat dan energi yang melekat pada Michael. Keberhasilan ini turut didukung oleh tokoh-tokoh Bollywood yang menyatakan dukungan mereka, menjadikan film tersebut sebagai jembatan budaya antara Hollywood dan industri film India.

  • Hari 1: Pendapatan global mencapai USD 73 juta.
  • Hari 2: Penjualan naik menjadi USD 150 juta.
  • Hari 3: Total mencapai USD 217 juta, dengan Rs 16 crore dari India.

Direktur film Antoine Fuqua mengungkapkan dalam sebuah wawancara bahwa proses produksi melibatkan dialog pribadi dengan arsip footage Michael, serta reshoot yang diperlukan untuk menyesuaikan narasi dengan sensitivitas publik terkait kontroversi masa lalu sang bintang. Fuqua menegaskan bahwa keputusan penggambaran cerita berfokus pada pencapaian musik dan kontribusi budaya, sambil tetap menghormati fakta historis yang ada.

Di samping pencapaian komersial, film “Michael” menjadi platform bagi Jaafar untuk menegaskan identitasnya sebagai artis mandiri. Meskipun berada dalam bayang-bayang keluarga besar Jackson—yang meliputi Janet, La Toya, Rebbie, serta Tito, Marlon, Jackie, dan Randy—Jaafar menegaskan bahwa ia ingin dinilai dari kualitas penampilannya, bukan semata-mata warisan nama. Ia menyampaikan dalam sebuah pernyataan bahwa tantangan terbesar adalah memenuhi harapan penggemar sekaligus menghormati warisan sang paman.

Keberhasilan film di India tidak terlepas dari dukungan selebriti Bollywood yang mempromosikan penayangan tersebut melalui media sosial. Keterlibatan mereka menambah eksposur dan memperkuat posisi film sebagai fenomena lintas pasar. Hal ini juga mencerminkan tren global di mana film biopik musik menjadi jembatan budaya, menarik penonton dari generasi berbeda.

Secara keseluruhan, pencapaian box office “Michael” menegaskan bahwa kisah kehidupan Michael Jackson masih memiliki daya tarik kuat. Jaafar Jackson berhasil memanfaatkan kesempatan ini untuk menonjolkan bakatnya, sekaligus menghidupkan kembali warisan musik yang tak lekang oleh waktu. Reaksi positif penonton, dukungan industri film India, serta pengakuan kritis menandai langkah penting dalam karier Jaafar, yang kini berada di jalur yang menjanjikan untuk menjadi bintang internasional.

Kesimpulannya, film biopik ini tidak hanya sekadar menampilkan kembali era keemasan pop, tetapi juga menyoroti generasi baru yang melanjutkan legasi musik. Keberhasilan finansial yang luar biasa, dipadu dengan apresiasi kritis, menegaskan bahwa Jaafar Jackson berhasil menapaki jejak sang paman sambil membentuk identitasnya sendiri di panggung dunia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *