Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 27 April 2026 | Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, tampil langsung pada acara Jazz Goes to Campus (JGTC) The City Series 2026 yang digelar di Teater Jakarta, Taman Ismail Marzuki (TIM) pada Sabtu 24 April 2026. Acara yang menandai peringatan ke-50 JGTC itu tidak hanya menjadi panggung musik, melainkan juga arena dialog tentang peran budaya dalam menggerakkan perekonomian kota.
Rano Karno menekankan bahwa seni jazz bukan sekadar hiburan, melainkan katalisator bagi ekosistem ekonomi kreatif. Ia menyatakan, “Musik jazz dapat menjadi penggerak utama dalam memperkuat identitas Jakarta sebagai kota global berbudaya dan sekaligus menciptakan peluang kerja bagi generasi muda.” Pernyataan ini disampaikan di hadapan para seniman, mahasiswa, pelaku industri kreatif, serta tokoh pemerintahan.
Menurutnya, keberhasilan JGTC selama lima dekade menunjukkan sinergi antara institusi pendidikan, pemerintah, dan komunitas kreatif. Ia menyoroti peran Universitas Indonesia sebagai tempat lahirnya festival ini, menambahkan bahwa dukungan terhadap ruang-ruang kreatif di lingkungan kampus dapat memperluas dampak ekonomi secara berkelanjutan.
Rano Karno juga mengumumkan rencana revitalisasi Taman Ismail Marzuki (TIM) yang akan dijadikan “rumah” bagi para kreator. Revitalisasi tersebut mencakup renovasi fasilitas pertunjukan, penyediaan studio rekaman terbuka, dan peningkatan aksesibilitas untuk masyarakat umum. “TIM harus menjadi tempat eksperimen, kolaborasi, dan inovasi yang dapat menampung ribuan ide kreatif setiap tahunnya,” tegasnya.
Berikut beberapa poin utama yang diangkat oleh Rano Karno dalam sambutannya:
- Penguatan ekosistem ekonomi kreatif melalui dukungan pemerintah dan sektor swasta.
- Pengembangan ruang kreatif di TIM sebagai pusat inovasi budaya.
- Peningkatan peluang kerja bagi seniman dan profesional muda di bidang musik, desain, dan teknologi.
- Kolaborasi lintas sektoral antara perguruan tinggi, pemerintah, dan industri kreatif.
Ia menambahkan bahwa festival jazz dapat menjadi jembatan bagi sektor pariwisata, terutama dengan rencana pengembangan unit Satpol PP Pariwisata yang akan beroperasi di sekitar TIM. “Dengan mengintegrasikan keamanan, kenyamanan, dan hiburan, kita dapat menarik lebih banyak wisatawan domestik maupun mancanegara,” ujar Rano Karno.
Pernyataan tersebut sejalan dengan kebijakan pemerintah provinsi yang tengah meningkatkan jumlah personel Satpol PP sebesar 5.000 orang secara bertahap, guna mengoptimalkan pengamanan area budaya dan pariwisata. Penambahan personel ini diharapkan dapat menanggulangi tantangan keamanan di wilayah dengan kepadatan penduduk tinggi seperti Jakarta.
Selain fokus pada ekonomi kreatif, Rano Karno menyinggung pentingnya peran organisasi keagamaan dalam memperkuat kerukunan sosial. Ia menegaskan bahwa harmoni antarumat beragama menjadi fondasi bagi pertumbuhan ekonomi yang inklusif.
Dengan agenda yang beragam, acara JGTC 2026 tidak hanya menampilkan penampilan musik jazz dari musisi lokal dan internasional, tetapi juga menjadi forum diskusi mengenai kebijakan budaya, inovasi kreatif, serta strategi pengembangan kota. Rano Karno menutup sambutan dengan ajakan kepada seluruh pihak untuk terus berkolaborasi, “Mari wujudkan Jakarta yang inklusif, harmonis, dan berdaya saing global melalui seni, budaya, dan ekonomi kreatif.”
