Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 26 April 2026 | Vanderbilt menghasilkan quarterback berbakat yang kembali menjadi sorotan nasional setelah NFL Draft 2026 berakhir tanpa namanya dipanggil. Diego Pavia, runner‑up Heisman Trophy 2025 dan pemimpin tim yang mencatatkan rekor sepuluh kemenangan, diperkirakan akan menjadi pilihan putaran ketujuh atau setidaknya menandatangani kontrak sebagai undrafted free agent (UFA). Statistiknya mencakup akurasi umpan di atas 65 persen, mobilitas tinggi, serta kepemimpinan yang berhasil mengangkat program Vanderbilt dari masa sulit.
Pada malam penutupan draft, pengamat menyoroti potensi Pavia, namun nama quarterback asal Tennessee tidak muncul dalam tujuh ronde seleksi. Kejadian ini menandai Pavia sebagai salah satu pemain finalist Heisman pertama dalam lebih satu dekade yang tidak terpilih, menimbulkan pertanyaan tentang nilai pasar quarterback di era modern NFL.
Reaksi awal datang dari legenda NFL Deion Sanders, yang melalui media sosial menyatakan dukungan penuh kepada Pavia. Sanders menekankan bahwa banyak pemain undrafted telah menorehkan prestasi luar biasa, dan ia serta keluarganya siap membantu pencarian tim yang tepat untuk Pavia. Dukungan dari sosok berpengaruh ini menambah harapan bahwa langkah berani Pavia dapat menjadi catatan langka dalam sejarah liga.
Para analis menyajikan tiga skenario utama untuk langkah selanjutnya Diego Pavia:
- Menandatangani sebagai UFA: Tim yang membutuhkan kedalaman di posisi quarterback, terutama yang mengandalkan sistem ofensif berbasis mobilitas, dapat menawarkan kontrak minimal dengan opsi latihan. Pavia diperkirakan akan bersaing dengan quarterback muda lain yang juga belum terpilih.
- Mencoba peruntungan di Canadian Football League (CFL): Jika peluang NFL tidak muncul dalam beberapa minggu pertama pasca‑draft, CFL menjadi alternatif menarik. Gaya permainan CFL yang menekankan passing jarak jauh dan mobilitas cocok dengan keahlian Pavia.
- Berlatih secara mandiri dan menunggu kesempatan tryout: Beberapa tim NFL mengadakan tryout terbuka untuk UFA. Pavia dapat memanfaatkan jaringan yang dibangun selama karier kuliah, termasuk hubungan dengan pelatih dan mantan rekan tim.
Pelatih kepala Vanderbilt, Clark Lea, juga menegaskan keyakinannya bahwa Pavia masih memiliki banyak hal untuk diberikan kepada level tertinggi. “Dia adalah pemimpin, pekerja keras, dan tidak akan berhenti berjuang,” kata Lea dalam konferensi pers pasca‑draft. Pernyataan ini menambah keyakinan para pengamat bahwa Pavia memiliki karakter yang dicari oleh banyak tim NFL.
Jika Pavia berhasil menandatangani kontrak dan menjadi pemain pertama dalam sejarah NFL yang pernah menjadi Heisman finalist undrafted lalu menjadi starter, hal tersebut dapat membuka pintu bagi generasi selanjutnya. Contoh historis seperti Kurt Warner, yang memulai kariernya sebagai undrafted dan kemudian menjadi MVP, menunjukkan bahwa jalur tidak konvensional tetap memungkinkan kesuksesan. Namun, belum ada contoh Heisman finalist yang menempuh jalur serupa, menjadikan potensi Pavia unik.
Saat ini Diego Pavia terus berlatih di fasilitas Vanderbilt, menjaga kebugaran, dan bekerja sama dengan pelatih pribadi untuk meningkatkan kecepatan serta akurasi operan. Ia menegaskan motivasinya tetap tinggi dan siap memberikan yang terbaik untuk tim yang memberikan kesempatan. Dukungan dari Deion Sanders, jaringan alumni Vanderbilt, serta kebutuhan tim NFL akan quarterback fleksibel memperluas peluangnya.
Para penggemar dan analis media sosial menantikan pengumuman resmi. Keputusan akhir—baik menandatangani kontrak UFA, melanjutkan karier di CFL, atau menunggu tryout—akan menjadi babak penting dalam evaluasi talenta di liga sepak bola Amerika paling kompetitif di dunia. Apapun hasilnya, kisah Diego Pavia akan tercatat sebagai contoh penting tentang ketangguhan mental dan kemampuan beradaptasi di dunia profesional.
