Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 23 April 2026 | Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto akan kembali melakukan kunjungan kenegaraan Prabowo ke Prancis dalam waktu dekat, menurut keterangan Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono pada konferensi pers di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu 22 April 2026. Meskipun belum dijelaskan secara rinci tanggal pastinya, kunjungan ini dipandang sebagai langkah strategis untuk memperkuat hubungan bilateral serta memperluas kerja sama di berbagai sektor penting.
Hubungan pribadi antara Prabowo dan Presiden Prancis Emmanuel Macron telah terjalin cukup erat sejak Prabowo menjabat sebagai Menteri Pertahanan. Kedekatan ini menjadi modal utama bagi kedua pemimpin dalam memperlancar dialog bilateral. Sugiono menegaskan bahwa kedekatan personal tersebut dapat menjadi jembatan mulus bagi kemitraan strategis antara Indonesia dan Prancis.
Pada kunjungan awal bulan April yang lalu, Prabowo bertemu dengan Macron di Istana Élysée, Paris. Pertemuan tertutup tersebut membahas penguatan kerja sama di bidang pertahanan, energi, mineral kritis, pendidikan, ekonomi kreatif, infrastruktur, dan transportasi. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menambahkan bahwa kedua negara sedang membahas peningkatan status hubungan menjadi Kemitraan Strategis Komprehensif.
Berikut poin-poin utama yang diharapkan akan dibahas dalam kunjungan kenegaraan Prabowo ke Prancis:
- Industri pertahanan: Indonesia berkomitmen menjadikan Prancis mitra utama dalam riset, pengembangan, dan transfer teknologi alutsista, bukan sekadar pengadaan barang.
- Energi dan mineral kritis: Kerja sama dalam eksplorasi, produksi, dan pengolahan energi terbarukan serta mineral strategis untuk mendukung transisi energi nasional.
- Pendidikan dan STEM: Pengembangan program pertukaran ilmiah dan teknis, khususnya di bidang sains, teknologi, teknik, dan matematika.
- Ekonomi kreatif dan digital: Kolaborasi dalam industri kreatif, komunikasi digital, serta investasi jangka panjang di sektor teknologi informasi.
- Infrastruktur dan transportasi: Proyek bersama dalam pembangunan jaringan transportasi modern, termasuk kereta cepat dan pelabuhan.
Data resmi menunjukkan Prabowo telah melakukan tiga kali kunjungan resmi ke Prancis sejak dilantik sebagai Presiden pada tahun 2024. Dua pertemuan sebelumnya terjadi pada 14 Juli 2025 untuk menghadiri Parade Militer Hari Nasional Prancis (Bastille Day) dan pada 23 Januari 2026 untuk memperkuat kerja sama strategis bilateral.
Para analis politik menilai kunjungan ini bukan sekadar agenda diplomatik rutin, melainkan upaya Indonesia memperkuat posisi geopolitik di tengah dinamika global. Dengan mengandalkan kemitraan strategis bersama Prancis, Indonesia berharap dapat menyeimbangkan hubungan dengan kekuatan Barat sekaligus memperluas jaringan perdagangan dan teknologi.
Selain agenda resmi, Prabowo diperkirakan akan melakukan pertemuan bilateral dengan perwakilan bisnis Prancis serta delegasi akademisi. Kegiatan tersebut bertujuan memperdalam pemahaman mengenai kebutuhan industri domestik Indonesia serta membuka peluang investasi di sektor-sektor prioritas.
Menlu Sugiono menegaskan bahwa kunjungan kenegaraan Prabowo ke Prancis akan menjadi momentum penting untuk mengkonkretkan rencana kerja sama beyond procurement, dimana Indonesia tidak hanya menjadi pembeli, melainkan juga mitra dalam pengembangan teknologi dan inovasi.
Dengan latar belakang keberhasilan kerja sama pertahanan pada kunjungan sebelumnya, ekspektasi tinggi ditempatkan pada agenda energi hijau dan digitalisasi ekonomi. Pemerintah Indonesia berharap melalui dialog intensif, dapat menandatangani MoU atau perjanjian strategis yang memberikan manfaat jangka panjang bagi kedua negara.
Kunjungan kenegaraan Prabowo ke Prancis diprediksi akan berlangsung selama beberapa hari, dengan agenda yang padat mulai dari pertemuan resmi di Istana Élysée, kunjungan industri, hingga diskusi panel bersama akademisi. Semua pihak menantikan hasil konkret yang dapat memperkuat posisi Indonesia di panggung internasional.
