Iran Tolak Hadiri Perundingan di Pakistan, Negosiasi Damai Terancam Gagal

Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 21 April 2026 | Iran menolak kehadiran dalam perundingan damai yang dijadwalkan di Islamabad, Pakistan, menambah ketegangan antara Tehran dan Washington menjelang berakhirnya gencatan senjata dua pekan.

Gencatan senjata yang mulai berlaku pada 8 April 2026, yang dijaga oleh kedua belah pihak, kini berada di ambang runtuh. Wakil Presiden Amerika Serikat JD Vance tiba di Islamabad pada 11 April untuk memimpin delegasi AS dalam upaya melanjutkan negosiasi damai, namun Iran belum memberi konfirmasi resmi dan secara terbuka menuduh AS melanggar kesepakatan.

Baca juga:

Ketua parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, menegaskan bahwa blokade pelabuhan dan penyitaan kapal oleh AS merupakan bentuk tekanan yang tidak dapat diterima. “Kami tidak akan bernegosiasi di bawah bayang‑bayang ancaman,” ujarnya, menambahkan Iran telah menyiapkan “kartu baru” di medan perang jika tekanan terus berlanjut.

Presiden Donald Trump menuduh Iran melanggar kesepakatan dengan mengganggu lalu lintas kapal di Selat Hormuz dan menuntut agar Tehran menyerahkan sekitar 400 kilogram uranium diperkaya tinggi serta menghentikan program nuklirnya secara total. Trump menegaskan blokade tidak akan dicabut hingga ada kesepakatan yang mengikat.

Berikut lima poin sengketa utama yang menjadi batu sandungan dalam negosiasi damai:

  • Program nuklir Iran: AS menuntut penghentian total, Iran menginginkan pembatasan bersifat sementara.
  • Pengawasan uranium diperkaya tinggi: AS meminta penyerahan atau kontrol atas 400 kilogram, Iran menolak sebagai pelanggaran kedaulatan.
  • Blokade pelabuhan dan penyitaan kapal: Iran menuntut pencabutan, AS berpendapat tetap diperlukan sebagai tekanan.
  • Sanksi ekonomi dan pencairan aset: Tehran menginginkan pencairan aset senilai sekitar 20 miliar dolar AS, sementara AS menahan sampai kesepakatan tercapai.
  • Keamanan Selat Hormuz: Iran berjanji menutup lalu lintas kapal sampai blokade dicabut, AS menganggap tindakan Tehran meningkatkan risiko global.

Ketegangan di Selat Hormuz telah memicu lonjakan harga minyak dunia, mengingat jalur tersebut merupakan sekitar satu‑perlima pasokan energi global. Jika gencatan senjata berakhir, para analis memperkirakan peningkatan serangan militer dan eskalasi konflik di wilayah Timur Tengah.

Para pengamat menilai bahwa penolakan Iran untuk hadir dalam perundingan di Pakistan menurunkan peluang tercapainya kesepakatan damai dalam waktu singkat. Meski Pakistan berkomitmen menjadi mediator, tekanan politik dan militer dari kedua belah pihak membuat proses negosiasi damai semakin sulit.

Dengan dua minggu gencatan senjata yang hampir habis, dunia menantikan langkah selanjutnya. Jika negosiasi damai gagal, kemungkinan konflik berskala lebih luas akan meningkat, mengancam stabilitas regional dan pasokan energi global.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *