Satgas Damai Cartenz Guncang Papua: Dua Eks Anggota KKB Pelaku Pembunuhan Ojek Ditangkap Tanpa Perlawanan

Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 21 April 2026 | Satgas Damai Cartenz melancarkan operasi gabungan bersama Polres Pegunungan Bintang pada Minggu, 19 April 2026, di Jalan Kabiding, Distrik Oksibil. Pada pukul 20.45 WIT, tim berhasil mengamankan dua tersangka tanpa perlawanan berarti.

Kedua tersangka berinisial EK (22 tahun) dan RS (23 tahun) merupakan mantan anggota Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Kodam XXXV Bintang Timur. EK telah masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) sejak Desember 2022 karena diduga menjadi otak di balik pembunuhan tiga tukang ojek di Kampung Mangabib, Distrik Oksebang, pada 5 Desember 2022. RS, selain diduga terlibat dalam penyerangan yang sama, sebelumnya pernah dipenjara karena pencurian telepon genggam pada September 2020 dan menjalani hukuman dua tahun.

Baca juga:

Dalam keterangannya, Kombes Pol Yusuf Sutejo, Kepala Satuan Tugas Humas Operasi Damai Cartenz 2026, menegaskan bahwa penangkapan ini merupakan bagian integral dari upaya menekan aktivitas bersenjata yang telah mengguncang stabilitas wilayah Papua Pegunungan selama beberapa tahun terakhir. “Salah satu pelaku merupakan target DPO kasus pembunuhan dan diketahui bagian dari KKB Kodam XXXV Bintang Timur, sementara pelaku lainnya merupakan rekan yang turut terlibat dalam aktivitas kelompok tersebut, termasuk dalam penyerangan terhadap aparat,” ujar Sutejo.

Selain kasus pembunuhan ojek, catatan kepolisian menyebutkan EK terlibat dalam serangkaian aksi kekerasan, antara lain penembakan serta pembakaran fasilitas umum di Distrik Serambakon pada Januari 2023 (7, 9, 11, 12, dan 14 Januari). Ia juga diduga kuat ambil bagian dalam penyerangan terhadap Pos Satgas Rajawali di Kampung Mimin, Distrik Oksop, pada 27 Mei 2025. RS diduga memiliki peran serupa dalam penyerangan tersebut.

Setelah berhasil diamankan, kedua tersangka langsung dibawa ke Polres Pegunungan Bintang untuk menjalani pemeriksaan intensif. Irjen Pol Dr. Faizal Ramadhani, Kepala Operasi Damai Cartenz-2026, menambahkan bahwa proses hukum akan terus dilanjutkan secara profesional dan terukur. “Penangkapan terhadap DPO merupakan bentuk keseriusan kami dalam menjaga keamanan dan memberikan perlindungan kepada masyarakat. Setiap pelaku kejahatan bersenjata akan kami tindak secara profesional dan terukur,” pungkasnya.

Operasi ini tidak hanya menandai keberhasilan taktis Satgas Damai Cartenz, tetapi juga memberi sinyal kuat kepada jaringan KKB bahwa aparat keamanan memiliki kapabilitas serta tekad untuk menindak setiap ancaman. Pendekatan gabungan antara Satgas Operasi Damai Cartenz dan Polres setempat memungkinkan penyergapan yang terkoordinasi, mengurangi risiko benturan dengan penduduk sipil dan meminimalisir kerusakan properti.

Para ahli keamanan menilai bahwa penangkapan EK dan RS dapat mengganggu struktur komando kecil KKB di wilayah Bintang Timur. Dengan mengeluarkan dua figur kunci yang memiliki pengetahuan taktis serta jaringan logistik, aparat berpotensi memperlambat kemampuan kelompok tersebut untuk melancarkan serangan serupa di masa mendatang.

Namun, pejabat keamanan juga mengingatkan bahwa tantangan masih panjang. KKB tetap memiliki jaringan tersembunyi di daerah terpencil, dan upaya penegakan hukum harus disertai dengan program pembangunan serta dialog dengan masyarakat lokal untuk mengurangi dukungan terhadap kelompok bersenjata.

Keberhasilan Satgas Damai Cartenz pada operasi ini diharapkan menjadi contoh bagi operasi selanjutnya, baik di Papua maupun wilayah lain yang menghadapi ancaman serupa. Penegakan hukum yang tegas dan terukur diharapkan dapat menumbuhkan rasa aman bagi warga, memperkuat kepercayaan publik terhadap institusi keamanan, serta menurunkan tingkat kriminalitas berbasis konflik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *