Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 17 Agustus 2026 | Xavi Hernandez, pelatih baru Timnas Belanda, membawa filosofi permainan Tiki Taka yang berkembang dari Negeri Kincir Angin.
Sebagai mantan pemain sekaligus pelatih Barcelona, Xavi sangat dekat dengan gaya bermain yang selama bertahun-tahun menjadi identitas permainan Barcelona.
Hubungan antara sepak bola Belanda dan Barcelona tidak bisa dilepaskan dari Johan Cruyff, legenda sepak bola Belanda yang membawa gagasan Total Football ke Barcelona pada era 1980-an.
Cruyff memberikan pengaruh besar terhadap cara bermain Barcelona, dengan penguasaan bola, pergerakan tanpa bola, keberanian memainkan bola dari belakang, serta permainan menyerang menjadi bagian penting dari identitas klub.
Filosofi tersebut tidak berhenti pada era Cruyff, tetapi terus berkembang dengan pendekatan masing-masing generasi.
Pep Guardiola menjadi salah satu contoh paling sukses, membawa prinsip permainan yang dipelajarinya ke level yang lebih tinggi ketika menjadi pelatih.
Xavi juga berada dalam jalur yang sama, sebagai pemain yang menjadi bagian penting dari Barcelona yang mengandalkan penguasaan bola.
Setelah pensiun, Xavi kemudian mencoba menerapkan pemikirannya sebagai pelatih, membawa filosofi permainan Tiki Taka ke Timnas Belanda.
Perjalanan filosofi Belanda di sepak bola tidak berhenti di Barcelona, tetapi terus berkembang dengan pengaruh dari berbagai pelatih dan pemain.
Xavi Hernandez, dengan pengalaman dan pengetahuannya, siap membawa Timnas Belanda ke level yang lebih tinggi dengan filosofi permainan Tiki Taka.
