Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 16 Agustus 2026 | Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang wilayah utara Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Sabtu, 15 Agustus 2026, pukul 04.58 WIB atau 05.58 WITA. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat bahwa pergerakan sesar naik (thrust fault) menyebabkan guncangan kuat dan potensi tsunami.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan bahwa total korban meninggal dunia mencapai 47 orang, dengan sebaran korban terbanyak di Kabupaten Manggarai, yaitu 24 orang, diikuti oleh Manggarai Timur dengan 17 orang, Sikka 3 orang, Ngada 1 orang, dan Ende 1 orang. Selain korban jiwa, petugas juga mengevakuasi dan melakukan perawatan medis terhadap para korban luka-luka.
Gempa susulan diperkirakan masih berlangsung hingga tiga pekan ke depan, dengan potensi meningkatkan kerusakan bangunan yang telah terkena dampak gempa sebelumnya. Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathan, mengimbau masyarakat di kawasan terdampak untuk menjauhi bangunan yang tampak retak dan melakukan pengecekan ulang sebelum melakukan pemulihan.
Wakil Ketua DPD RI, Yorrys Raweyai, menyampaikan rasa turut berduka sedalam-dalamnya atas peristiwa gempa bumi yang menerjang wilayah NTT. Ia mengajak seluruh pihak untuk bersinergi secara maksimal demi memastikan setiap korban dan warga yang terdampak mendapatkan penanganan yang responsif dan terarah.
BPBD Kabupaten Sikka melaporkan bahwa terdapat tiga korban jiwa dari ambruknya gedung ruang tunggu pelabuhan yang diguncang gempa bumi magnitudo (M) 7,7. Gempa tersebut membuat beberapa jalan utama di Kabupaten Ende dan Kota Bajawa tertutup longsor, sehingga pemerintah menemukan akses ke dua kawasan tersebut masih terputus.
Kondisi masyarakat di Kabupaten dan Kota Bima secara umum kondusif, dengan BPBD Kota Bima melakukan pendataan dan verifikasi situasi di lapangan. Pusat Pengendalian Operasi BNPB mendapatkan laporan di Kepulauan Selayar, BPBD setempat mendirikan pos pengungsian di tiga titik.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengirimkan bantuan pangan dan non-pangan ke wilayah bencana, dengan total bantuan sebanyak 50 ribu paket dan berat 275 ton. Sejumlah bantuan dikerahkan melalui gudang logistik di Kabupaten Flores Timur, NTT.
Warga Desa Wodamude, Kecamatan Magepanda, Kabupaten Sikka, memilih bermalam di halaman Gua Maria Kampung Fata setelah gempa magnitudo 7,7 mengguncang wilayah tersebut. Mereka mendirikan tenda darurat di bawah pepohonan dan menggunakan tikar, terpal, serta kain sebagai alas untuk tidur.
Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 tersebut merupakan peringatan bagi masyarakat untuk selalu waspada dan siap menghadapi bencana alam. Pemerintah dan masyarakat harus bekerja sama untuk meminimalkan dampak bencana dan mempercepat proses pemulihan.
Kesimpulan, gempa NTT telah menyebabkan korban jiwa dan kerusakan bangunan, dengan gempa susulan diperkirakan masih berlangsung hingga tiga pekan ke depan. Masyarakat diharapkan untuk tetap waspada dan siap menghadapi bencana alam, serta bekerja sama dengan pemerintah untuk meminimalkan dampak bencana dan mempercepat proses pemulihan.
