Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 19 April 2026 | Stadion Kanjuruhan, Malang menjadi saksi pahit bagi Persis Solo pada Sabtu (18/4/2026) sore ketika tim tamu terpaksa menelan kekalahan 0-2 dari Arema FC. Kedua gol kemenangan tuan rumah dicetak oleh penyerang Brasil Gabriel Silva pada menit ke-17 dan ke-53, menegaskan keefektifan Arema dalam memanfaatkan peluang.
Pelatih Persis Solo, Milomir Seslija, yang akrab dipanggil Milo, tak menyembunyikan kekecewaannya. Dalam konferensi pers singkat setelah laga, ia menilai penampilan anak asuhnya jauh di bawah ekspektasi dan menyebutnya sebagai salah satu performa terburuk musim ini. “Kami sudah memprediksi gaya permainan Arema, namun hari ini semua pemain tampak mengalami hari yang buruk. Ini adalah salah satu pertandingan terburuk kami pada musim ini,” ujar Milo dengan nada tegas.
Keberhasilan Arema tidak lepas dari taktik transisi cepat yang mereka terapkan. Gabriel Silva, yang menjadi pahlawan di laga tersebut, menambah dua gol penting sekaligus mencetak brace pertama dalam kariernya di BRI Super League musim ini. Sementara itu, pertahanan Persis tampak kebingungan, gagal menutup ruang bagi penyerang lawan dan sering terjebak dalam duel satu lawan satu yang tidak menguntungkan.
Kerugian ini juga menandai berakhirnya catatan impresif Persis Solo yang sebelumnya mencatat delapan laga tak terkalahkan. Selama periode tersebut, Laskar Sambernyawa berhasil mengumpulkan tiga kemenangan dan lima hasil imbang, menumbuhkan harapan untuk menjauh dari zona degradasi. Namun, hasil di Malang membuat posisi Persis kembali terpuruk, turun ke peringkat ke-16 dengan total 24 poin, kembali berada di zona merah.
Berikut rangkuman singkat klasemen bagian bawah liga setelah laga ini:
- Semen Padang FC – 20 poin
- PSBS Biak – 18 poin
- Persis Solo – 24 poin (peringkat 16)
- Persijap Jepara – 25 poin
- Madura United FC – 26 poin
Selain kegagalan taktik, ada insiden menarik yang terekam kamera broadcast. Pada pertengahan babak kedua, Milo terlibat perdebatan sengit dengan playmaker asal Brasil, Dimitri Lima Souza, yang baru saja masuk menggantikan Roman Paparyga. Menurut saksi mata, Milo menegur Dimitri karena tidak mengikuti instruksi permainan, yang kemudian berujung pada penggantiannya kembali oleh Yabes Roni setelah 36 menit bermain.
Dimitri Lima sendiri, yang dijuluki “playmaker” oleh media, tampak kesulitan menyesuaikan diri dengan ritme tim. Ia masuk sebagai pengganti di awal babak kedua, namun tidak mampu menciptakan peluang signifikan, bahkan terlihat ragu dalam mengambil keputusan di lini tengah. Konflik kecil ini menambah tekanan pada Milo, yang harus menenangkan suasana di dalam ruang ganti sambil mempersiapkan perbaikan taktik untuk pertandingan selanjutnya.
Kiper Persis, Muhammad Riyandi, mengakui performa tim belum memuaskan. “Kami datang dengan ambisi kuat untuk meraih poin, namun hasilnya tidak sesuai harapan. Banyak pelajaran yang dapat kami ambil dari laga ini untuk perbaikan ke depannya,” ungkapnya dengan nada optimis meski situasi klasemen menuntut hasil positif segera.
Arema FC, yang dikenal dengan julukan “Singo Edan”, menunjukkan kualitas tim yang solid. Selain Gabriel Silva, gelandang Matheus Blade turut berperan dalam mengatur serangan, memberikan umpan-umpan berbahaya yang berujung pada gol. Pelatih Arema menilai kemenangan ini sebagai bukti konsistensi timnya dalam menghadapi lawan-lawan kuat di papan tengah dan atas klasemen.
Masalah teknis yang diidentifikasi Milo mencakup kurangnya akurasi tembakan, penguasaan bola yang tidak berujung pada peluang nyata, serta ketidaksesuaian formasi saat melawan serangan cepat Arema. Ia menambahkan, “Kami harus meningkatkan efisiensi dalam transisi menyerang serta memperbaiki koordinasi antara lini belakang dan tengah. Kesalahan kecil ini menjadi mahal di laga penting seperti ini.”
Dengan jadwal pertandingan yang semakin padat, Persis Solo harus segera bangkit. Pertandingan berikutnya akan menjadi ujian krusial untuk menghindari penurunan lebih jauh di klasemen dan kembali mengamankan poin demi mengamankan posisi aman dari zona degradasi.
