Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 14 Agustus 2026 | Partai Hanura mendorong perubahan sistem pemilu legislatif agar tidak sepenuhnya menggunakan sistem proporsional terbuka. Hanura mengusulkan sistem kombinasi yang memberikan peran kepada partai politik dalam menentukan calon legislatif sekaligus tetap membuka ruang bagi caleg meraih kursi berdasarkan perolehan suara.
Ketua Tim Task Force DPP Partai Hanura sekaligus Wakil Ketua Umum Hanura, Patrice Rio Capella, menyampaikan bahwa perubahan sistem diperlukan untuk meningkatkan kualitas anggota DPR dan DPRD pada Pemilu 2029. Menurutnya, sistem proporsional terbuka saat ini terlalu menyerupai “pasar bebas” karena calon legislatif dapat bersaing secara langsung dalam perebutan suara.
Rio Capella menilai bahwa sistem ini berpotensi membuat kader yang aktif membangun partai tersingkir karena kalah modal. Hanura menginginkan adanya kembali peran partai politik dalam menentukan calon legislatif yang dinilai berkualitas. Salah satu opsi yang berkembang adalah sistem setengah terbuka atau kombinasi, yakni memberikan kursi pertama kepada caleg berdasarkan nomor urut yang ditentukan partai, sementara kursi berikutnya diberikan berdasarkan perolehan suara terbanyak.
Sementara itu, partai-partai nonparlemen juga mulai mempersiapkan diri untuk menghadapi Pemilu 2029. Beberapa partai seperti Hanura, PSI, Perindo, dan Partai Bulan Bintang (PBB) telah melakukan konsolidasi dan memperkuat struktur partai mereka. Partai Buruh juga melengkapi kepengurusan pusat untuk periode 2026-2031.
Di sisi lain, Golkar Sulawesi Selatan (Sulsel) juga melakukan konsolidasi dengan menggelar roadshow ke DPD II. Ketua Golkar Sulsel, Ilham Arief Sirajuddin, akan menghadiri acara tersebut untuk memperkenalkan diri dan menyampaikan arahan dari Ketum Bahlil Lahadalia.
Dalam roadshow tersebut, Ilham Arief Sirajuddin akan membahas agenda partai dan menyampaikan arahan dari Ketum Bahlil kepada pengurus di daerah. Meski SK kepengurusan DPD I Golkar Sulsel belum rampung, hal itu tidak menghalangi Ilham Arief Sirajuddin untuk melakukan konsolidasi lebih awal.
Kesimpulan, partai-partai politik di Indonesia telah mulai mempersiapkan diri untuk menghadapi Pemilu 2029. Hanura mengusulkan sistem pemilu kombinasi untuk meningkatkan kualitas anggota DPR dan DPRD, sementara partai-partai nonparlemen melakukan konsolidasi dan memperkuat struktur partai mereka. Golkar Sulsel juga melakukan konsolidasi dengan menggelar roadshow ke DPD II.
